Not a member of Pastebin yet?
Sign Up,
it unlocks many cool features!
- Penemuan dan penggunaan sumber-sumber Perjanjian Baru dalam bahasa Koine Greek tidak terjadi dalam satu waktu, melainkan melalui serangkaian penemuan penting yang mengubah pemahaman para sarjana dari waktu ke waktu. Penggunaannya menjadi sistematis seiring berkembangnya disiplin **kritik tekstual**.
- ### Awal Mula Penggunaan Manuskrip
- Sebelum abad ke-18, para sarjana Kristen bergantung pada edisi cetak Perjanjian Baru dalam bahasa Yunani yang disebut **Textus Receptus**. Teks ini dibuat oleh Erasmus pada tahun 1516 dan sebagian besar didasarkan pada segelintir manuskrip Yunani yang relatif terlambat (abad ke-12 dan setelahnya).
- ***
- ### Penemuan Manuskrip Penting
- Pencarian dan penemuan manuskrip-manuskrip yang lebih tua dan lebih lengkap dimulai secara serius pada abad ke-18 dan ke-19, dan terus berlanjut hingga kini.
- Beberapa penemuan paling signifikan meliputi:
- * **Codex Vaticanus:** Dikenal sejak abad ke-15 namun baru tersedia untuk studi pada abad ke-19. Manuskrip ini berasal dari sekitar abad ke-4 Masehi.
- * **Codex Sinaiticus:** Ditemukan oleh Constantin von Tischendorf di Biara St. Catherine di Gunung Sinai pada tahun 1844 dan 1859. Manuskrip ini juga berasal dari pertengahan abad ke-4 Masehi dan berisi Alkitab lengkap (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru).
- * **Codex Alexandrinus:** Manuskrip dari abad ke-5 Masehi yang disimpan di British Museum sejak abad ke-17.
- * **Papirus:** Sejak awal abad ke-20, ribuan fragmen papirus kuno telah ditemukan, terutama di Mesir. Penemuan ini mencakup fragmen yang sangat tua, seperti **Papyrus P52** yang berisi bagian dari Injil Yohanes dan diperkirakan berasal dari sekitar tahun 125–160 Masehi.
- Penemuan manuskrip-manuskrip yang lebih tua ini menunjukkan bahwa Textus Receptus memiliki banyak perbedaan tekstual. Hal ini mendorong para sarjana untuk membuat edisi kritis yang lebih andal, yang didasarkan pada manuskrip-manuskrip tertua yang tersedia.
- ***
- ### Penggunaan dalam Kritik Tekstual
- Mulai pertengahan abad ke-19, para sarjana seperti **Brooke Foss Westcott** dan **Fenton John Anthony Hort** menggunakan manuskrip-manuskrip kuno (terutama Vaticanus dan Sinaiticus) untuk menyusun edisi kritis modern Perjanjian Baru. Hasil kerja mereka menjadi dasar bagi hampir semua terjemahan modern saat ini.
- Jadi, meskipun teks Koine Greek telah ada sejak abad pertama, penggunaan manuskrip-manuskrip utama yang kita miliki saat ini dimulai secara luas sejak **abad ke-19 dan ke-20**, berkat penemuan-penemuan arkeologis yang luar biasa.
Add Comment
Please, Sign In to add comment