Not a member of Pastebin yet?
Sign Up,
it unlocks many cool features!
- Assalammu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh
- Saya mendapat nasehat dari seseorang tentang profesi menjadi Wedding Organizer (WO). Berikut beberapa hal yang tidak syar'i yang sering dipraktekkan oleh mayoritas WO. Saya bilang mayoritas karena memang tidak semua.
- 1. Foto Prewedding.
- Sebelum mulai acara beberapa hari sebelumnya biasanya ada sesi foto prewedding. Dalam Islam tidak ada acara foto prewedding.
- 2. Menghias CPW (Calon Pengantin Wanita) dengan terlalu berlebihan.
- Dalam Islam berhias secara berlebihan disebut Tabarruj. Jadi mulai sekarang berhias secukupnya. Ingat kecantikan wanita tidak untuk diumbar ke publik apalagi ke yang bukan Muhrim.
- 3. Mengadakan acara dengan bercampur ikhwan dan akhwat.
- Dalam Islam disebut ikhtilat. Jadi dalam Islam, mengadakan acara yang mengundang banyak tamu termasuk resepsi/walimatul 'ursy harus dipisah antara laki-laki dan perempuan. Setidaknya tempatnya berbeda. Cukup pakai tirai.
- 4. Tradisi-tradisi kemusyrikan dan meniru kebiasaan Umat lain.
- Hati-hati dalam kegiatan adat yang mengandung unsur kemusyrikan contohnya jika tidak dilakukan maka akan mendatangkan keburukan atau hal-hal yang tidak diinginkan atau misalnya ingin mendapat keberuntungan. Untuk tadisi umat lain misalnya tukar cincin, melempar bunga/buket.
- Sebenarnya masih ada banyak lagi tapi kalau menurut saya 4 hal ini dulu yg penting untuk diperhatikan. Karena sering praktek2 ini seolah-olah dianggap tidak melanggar syariah. Jangan hanya ingin laris lalu syariah pun dilanggar. Maaf saya tidak terlalu menjelaskan panjang lebar, untuk dalil bisa dicari atau nanti bisa japri.
- Kenapa nasehat ini keluar dari Bapak yang saya hormati tersebut. Karena kami memiliki tetangga yang anaknnya adalah pengusaha WO. Memang diantara saudara-saudaranya dia yang hidupnya mentereng. Tapi sebenarnya kekayaan yang didapat tapi dengan cara yang tidak syar'i nanti di akhirat akan diminta pertanggung jawabannya.
- Sekian. Wassalammu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh
Add Comment
Please, Sign In to add comment