w_permadi

Kebiasaan Umat Hindu yang dilakukan Umat Islam :(

Mar 6th, 2017
132
0
Never
Not a member of Pastebin yet? Sign Up, it unlocks many cool features!
text 14.36 KB | None | 0 0
  1. Ini ada artikel bagus. Itulah jeleknya Budaya Jawa. Makanya lbh baik kita menjadi Orang Islam daripada Orang Jawa. Amalkan ajaran Islam secara Kaffah bukan dicampur2 dengan budaya2 lain.
  2.  
  3.  
  4. Dalil Shahih Tahlilan (1-1000 Hari) Terdapat Dalam Kitab Weda Hindu
  5.  
  6. SELAMATAN BERASAL DARI KITAB WEDHA (KITABNYA HINDU)
  7. 0leh : ROMO PINANDHITA SULINGGIH WINARNO, (sarjana agama hindu (S1) & pendeta berkasta brahmana, kasta brahmana adalah kasta/tingkatan tertinggi pada umat hindu).
  8.  
  9. Alhamdulillah yang sekarang beliau Romo Pinandhita Sulinggih Winarno menjadi Muallaf/masuk Islam lalu beliau mengubah namanya menjadi Abdul Aziz. Sekarang beliau tinggal di Blitar-Jawa Timur. Dulu beliau tinggal di Bali bersama keluarganya yang hindu.
  10. Beliau dihujat, dimusuhi bahkan hampir dibunuh karena ingin masuk Islam, beliau sering diludahi mukanya karena ingin beragama Islam & Alhamdulillah ayahnya sebelum meninggal beliau juga memeluk agama Islam. Abdul aziz berharap seluruh kaum muslimin membantu mempublikasikan,menyebarkan materi dibawah ini.
  11. Jazakumullahu khairan katsira.
  12.  
  13. Kesaksian mantan Pendeta Hindu: Abdul Aziz bersumpah atas nama Allah Subhanahu wa Ta'ala bahwa selamatan, ketupat, tingkepan, & sebahagian budaya Jawa lainnya adalah keyakinan umat hindu dan beliau menyatakan tidak kurang dari 200 dalil dari kitab wedha (kitab suci umat hindu) yang menjelaskan tentang keharusan selamatan bagi pemeluk umat hindu, demikian akan saya uraikan fakta dengan jelas dan ilmiyah dibawah ini :
  14.  
  15. 1. Di dalam prosesi menuju alam nirwana menghadap ida sang hyang widhi wasa mencapai alam moksa, diperintahkan untuk selamatan/kirim do’a pada 1 harinya, 2 harinya, 7 harinya, 40 harinya, 100 harinya, mendak pisan, mendak pindho, nyewu (1000 harinya).
  16. Pertanyaannya apakah Anda orang Islam juga melakukan itu ?????
  17.  
  18. Ketahuilah bahwa TIDAK AKAN PERNAH ANDA TEMUKAN DALIL DARI AL-QUR’AN & AS-SUNNAH/Hadits Shahih TENTANG PERINTAH MELAKUKAN SELAMATAN, bahkan hadits yang Dhoif (lemah)pun tidak akan Anda temukan, akan tetapi kenyataan dan fakta membuktikan bahwa Anda akan menemukan dalil/dasar selamatan,dkk, justru ada dalam kitab suci umat hindu.
  19.  
  20. COBA ANDA BACA SENDIRI DALIL DARI KITAB WEDHA (kitab suci umat hindu) DIBAWAH INI:
  21. a. Anda buka kitab SAMAWEDHA halaman 373 ayat pertama, kurang lebih bunyinya dalam bahasa SANSEKERTA sebagai berikut: PRATYASMAHI BIBISATHE KUWI KWIWEWIBISHIBAH RA ARAM GAYAMAYA JENGI PETRISADA DWENENARA.
  22. ANDA BELUM PUAS, BELUM YAKIN ???
  23.  
  24. b. Anda buka lagi KITAB SAMAWEDHA SAMHITA BUKU SATU, BAGIAN SATU, HALAMAN 20.
  25. Bunyinya : PURWACIKA PRATAKA PRATAKA PRAMOREDYA RSI BARAWAJAH MEDANTITISUDI PURMURTI TAYURWANTARA MAWAEDA DEWATA AGNI CANDRA GAYATRI AYATNYA AGNA AYAHI WITHAIGRANO HAMYADITAHI LILTASTASI BARNESI AGNE.
  26.  
  27. Dipaparkan dengan jelas pada ayat wedha diatas bahwa lakukanlah pengorbanan pada orang tuamu dan lakukanlah kirim do’a pada orang tuamu dihari pertama, ketiga, ketujuh, empat puluh, seratus, mendak pisan, mendhak pindho, nyewu (1000 harinya).
  28.  
  29. Dan dalil-dalil dari wedha selengkapnya silahkan anda bisa baca di dalam buku karya Abdul Aziz (mantan pendeta hindu) berjudul “Mualaf Menggugat Selamatan”, dipaparkan TIDAK KURANG DARI 200 DALIL DARI “WEDHA” kitab suci umat hindu semua.
  30.  
  31. JIKA ANDA BELUM YAKIN, MASIH NGEYEL,,, ?
  32.  
  33. c. Silahkan anda Buka dan baca kitab MAHANARAYANA UPANISAD.
  34.  
  35. d. Baca juga buku dengan judul ,“NILAI-NILAI HINDU DALAM BUDAYA JAWA”, karya Prof.Dr. Ida Bedande Adi Suripto (BELIAU ADALAH DUTA DARI AGAMA HINDU UNTUK NEGARA NEPAL, INDIA, VATIKAN, ROMA, & BELIAU MENJABAT SEBAGAI SEKRETARIS PARISADA HINDU DHARMA INDONESIA).
  36.  
  37. Beliau menyatakan SELAMATAN SURTANAH, GEBLAK, HARI PERTAMA, KETIGA, KETUJUH, KESERATUS, MENDHAK PISAN, MENDHAK PINDHO, NYEWU (1000 harinya) ADALAH IBADAH UMAT HINDU dan beliau menyatakan pula NILAI-NILAI HINDU SANGAT KUAT MEMPENGARUHI BUDAYA JAWA
  38.  
  39. ADI SURIPTO DENGAN BANGGA MENYATAKAN UMAT HINDU JUMLAH PENGANUTNYA MINORITAS AKAN TETAPI AJARANNYA BANYAK DI AMALKAN MASYARAKAT , yang maksudnya sejak masih dalam kandungan ibu-pun sebagian masyarakat melakukan ritual:
  40. TELONAN (selamatan bayi pada hari ke 105 (tiap telon 35 hari x 3 =105 hari sejak hari kelahiran), TINGKEPAN (selamatan untuk janin berusia 7 bulan).
  41.  
  42. e. Baca majalah “Media Hindu” tentang filosofis upacara NYEWU (ritual selamatan pada 1000 harinya sejak meninggal). Dan budaya jawa hanya tinggal sejarah bila orang jawa keluar dari agama hindu.
  43.  
  44. f. Jika anda kurang yakin, masih ngeyel dan ingin membuktikan sendiri Anda bisa meneliti kitab wedha datang saja ke DINAS KEBUDAYAAN BALI, mereka siap membantu Anda. atau Telpon Nyi Ketut Suratni : 0857 3880 7015 (dia beragama Hindu tinggal di Bali, wawasanya tentang hindu cukup luas dia bekerja sebagai pemandu wisata).
  45.  
  46. g. APA DASAR YANG LAIN DIDALAM HINDU ??? :
  47.  
  48. # RUKUN IMAN HINDU (PANCA SRADA) yang harus diyakini umat hindu
  49. 1. Percaya adanya sang hyang widhi.
  50. 2. Percaya adanya roh leluhur.
  51. 3. Percaya adanya karmapala.
  52. 4. Percaya adanya smskra manitis.
  53. 5. Percaya adanya moksa.
  54.  
  55. # PANCA SRADA punya rukun, yaitu:
  56.  
  57. • PANCA YAJNA (artinya 5 macam selamatan).
  58. 1. Selamatan DEWA YAJNA (selamatan yang ditujukan pada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau biasa dikenal orang dalam istilah dengan, ”memetri bapa kuasa ibu pertiwi“).
  59.  
  60. 2. Selamatan PRITRA YAJNA (selamatan yang DITUJUKAN PADA LELUHUR).
  61.  
  62. 3. Selamatan RSI YAJNA (selamatan yang ditujukan pada guru atau kirim do’a yang ditujukan pada Guru, biasanya di punden/ndanyangan). Kalau di kota dinamakan dengan nama lain yaitu “SELAMATAN KHAUL” memperingati kyainya/gurunya & semisalnya, yang meninggal dunia.
  63.  
  64. 4. Selamatan MANUSIA YAJNA (selamatan yang ditujukan pada hari kelahiran atau dikota disebut “ULANG TAHUN”).
  65.  
  66. 5. Selamatan BUTA YAJNA (selamatan yang ditujukan pada hari kebaikan), misalnya kita ambil contoh biasanya pada beberapa masyarakat Islam (Jawa) melakukan selamatan hari kebaikan pada awal bulan Ramadhan yang disebut “Selamatan MEGENGAN”.
  67.  
  68. Fenomena diatas tidak diragukan lagi karena pengaruh agama hindu/budaya jawa/nenek moyang.
  69.  
  70. Allah Azza wa Jalla berfirman: “dan apabila dikatakan kepada mereka,”ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,” mereka menjawab, ”(tidak) kami mengikuti apa yang kami dapati pada nenek moyang kami (melakukan-nya)”. Padahal, nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa pun, dan tidak mendapat petunjuk (QS.Al-Baqarah: 170).
  71.  
  72. “mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka”(QS.An-Najm: 23).
  73.  
  74. Dan Allah juga berfirman: dan apabila dikatakan pada mereka, ”marilah (mengikuti) apa yang diturunkan Allah dan (mengikuti) Rasul”. Mereka menjawab, ”cukuplah bagi kami apa yang kami dapati nenek moyang kami (mengerjakannya)”. Apakah (mereka akan mengikuti) juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk ? (QS.Al- Maidah : 104)
  75.  
  76. # AKIBAT YANG TIDAK DI SELAMATI DALAM KEYAKINAN HINDU, yaitu:
  77.  
  78. Pertanyaan ?
  79. Orang tua kalau tidak diselamati apa rohnya gentayangan?
  80.  
  81. Buka dalilnya DI KITAB SUCI UMAT HINDU di kitab SIWASASANA HALAMAN 46-47 CETAKAN TAHUN 1979. Bagi yang tidak mau selamatan mereka di peralina hidup kembali dalam dunia bisa berwujud menjadi hewan atau bersemayam di dalam pohon, makanya kalau Anda ke Bali banyak pohon yang dikasih kain-kain dan sajen-sajen itu karena mereka meyakini roh nya ada dalam pohon itu, dan bersemayam dalam benda-benda bertuah misal keris dan jimat, di hari sukra umanis (Jum’at legi) keris atau jimat diberi bunga & sajen-sajen.
  82.  
  83. DEWA ASURA akan marah besar jika orang tidak mau melakukan selamatan maka dewa asura akan mendatangkan bala/bencana & membunuh manusia yang ada di dunia.
  84.  
  85. DEWA ASURA atau dikenal dalam masyarakat dengan nama BETHARAKALA, anak ontang anting harus diruwat (ritual dengan selamatan & sajen) karena takut betharakala, sendhang kapit pancuran (anak wanita diantara kedua saudara kandung anak laki-laki) diruwat karena takut betharakala, rabi ngalor ngulon merga rawani karo betharakala (nikah tidak boleh karena rumahnya menghadap utara & barat, karena takut celaka).
  86.  
  87. # AKIBAT YANG DI SELAMATI DALAM KEYAKINAN HINDU, yaitu:
  88.  
  89. Dalam keyakinan hindu bagi yang mau selamatan maka mereka langsung punya tiket ke surga.
  90.  
  91. 2. NASI TUMPENG
  92.  
  93. Konsep dalam agama hindu : dalam kitab MANAWA DHARMA SASTRA WEDHA SMRTI, BAGI ORANG YANG BERKASTA SUDRA (KASTA YANG RENDAH) YANG TIDAK BISA MEMBACA KALIMAT PERSAKSIAN :
  94. HOM SUWASTIASU HOM AWI KNAMASTU EKAM EVA ADITYAM BRAHMAN, BAGI YANG TIDAK BISA
  95. MENGUCAPKAN KALIMAT DALAM BAHASA SANSEKERTA DIATAS SEBAGAI PENGGANTINYA MAKA MEREKA CUKUP MEMBIKIN TUMPENG, BENTUKNYA ADALAH SEGITIGA, SEGITIGA YANG DIMAKSUT ADALAH TRIMURTI (SHIVA, VISHNU, BRAHMA => BRAHMAN) ARTINYA TIGA MANIFESTASI IDA SANG HYANG WIDHI WASA , UMAT HINDU MENGATAKAN BARANGSIAPA YANG MEMBIKIN TUMPENG MAKA DIA SUDAH BERAGAMA HINDU.
  96. Dikitab BAGHAWAGHITA dijelaskan TUHAN nya orang hindu lagi minum dan ditengahnya ada tumpeng, dan di depan dewa brahma ada sajen-sajen.
  97.  
  98. 3. Pemberangkatan mayat diwajibkan dipamitkan di depan rumah lalu beberapa sanak keluarga akan lewat di bawah tandu mayat (tradisi brobosan), karena umat hindu meyakini brobosan sebagai wujud bakti pada orang tua dan salam pada dewa, dalam hindu mayat di tandu lalu diatasnya diberi payung, pemberangkatan mayat menggunakan sebar/sawur bunga, uang logam, beras kuning, dll lalu bunga di ronce (dirangkai dengan benang) lalu ditaruh/dikalungkan di atas beranda mayat. Hindu meyakini:
  99.  
  100. a. Bunga warna putih mempunyai kekuatan dewa brahma.
  101. b. Bunga warna merah mempunyai kekuatan dewa wisnu.
  102. c. Bunga warna kuning mempunyai kekuatan dewa siwa.
  103.  
  104. Umat hindu berkeyakinan bunga itu berfungsi sebagai pendorong do’a (muspha/trisandya) & pewangi.
  105.  
  106. 4. KETUPAT
  107.  
  108. Di dalam hindu roh anak menjelang hari raya pulang kerumah, sebagai penghormatan orang tua kepada anak, maka biasanya hindu setelah hari raya dipasang kupat diatas pintu dan dibagi-bagikan tetangga.
  109.  
  110. Pertanyaan? Apakah Anda tahu dasarnya setelah hari raya Idul Fitri ada hari raya kupatan/ketupat? Apa dasarnya? DEMI ALLAH tidak ada satu dalilpun perintah Allah dari Al-Qur’an dan As-sunnah tentang perbuatan tersebut diatas. Sungguh Allah berfirman:
  111. “mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka” (QS. An-NAJM:23).
  112.  
  113. “ dan apabila dikatakan kepada mereka, ”ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,” mereka menjawab, ”(tidak) kami mengikuti apa yang kami dapati pada nenek moyang kami (melakukan-nya).”
  114. Padahal, nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa pun, dan tidak mendapat petunjuk. (QS. Al- Baqarah:170)
  115.  
  116. # KESIMPULAN TRADISI-TRADISI SALAH YANG MEMBUDAYA :
  117.  
  118. Tradisi keliru dan telah membudaya pada masyarakat kita yang kita sebutkan diatas, bukan untuk diikuti akan tetapi untuk dijauhi. Bahwa setidaknya ada dua alasan mereka melakukan tradisi-tradisi tersebut :
  119.  
  120. 1. Mereka berpedoman dengan hadits palsu;
  121. 2. Sebagian dari mereka hanya sekedar ikut-ikutan (mengekor) terhadap tradisi yang berjalan di suatu tempat.
  122. Mereka akan mengatakan bahwa ini adalah keyakinan para pendahulu dan nenek moyang mereka!
  123.  
  124. Saudaraku sekalian, argumentasi ”apa kata orang tua”, bukanlah jawaban ilmiyah dari seorang Muslim yang mencari kebenaran. Apalagi masalah ini menyangkut baik buruknya Aqidah seseorang. Maka, permasalahan ini harus didudukkan dengan timbangan AL-QUR’AN AS-SUNNAH AS SHAHIHAH.
  125.  
  126. Sikap mengekor kepada pendahulu dan nenek moyang dengan tanpa memperdulikan dalil-dalil syar’i merupakan perbuatan yang keliru, karena sikap tersebut menyerupai orang-orang Quraysy, ketika diseru oleh Rasulullah untuk beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.
  127.  
  128. Apa jawab mereka ? Silahkan Anda baca Al-Qur’an Surat Az- Zuhruf ayat 22 & Asy-Syu’ara ayat 74.
  129.  
  130. “bahkan mereka berkata, ’sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu agama (bukan agama yang engkau bawa) dan sesungguhnya kami orang-orang yang mendapat petunjuk dengan mengikuti jejak mereka” (QS. Az Zuhruf:22).
  131.  
  132. Jawaban seperti ini serupa dengan apa yang dikatakan kaum Nabi Ibrahim, ketika mereka diajak meninggalkan peribadatan kepada selain Allah. Mereka mengatakan, ”kami dapati bapak-bapak kami berbuat demikian (yakni beribadah kepada berhala)”. (QS. Asy Syu’ara:74).
  133.  
  134. # PENUTUP
  135.  
  136. Demikian wahai saudaraku sekalian, persaksian yang dapat saya sampaikan. Mari janganlah mencampur adukkan ajaran hindu dengan ajaran Islam. Misalnya jika Anda tidak berani mendakwahi atau menyampaikan pada saudara kita sebahagian umat Islam yang masih melakukan selamatan dan sebagainya adalah dari Hindu bukan ajaran Islam.
  137.  
  138. Misal jika anda merasa malu, gak enak (ewuh pakewuh) menyampaikan atau mendakwahi kepada saudara kita Muslim yang masih melakukan selamatan dan sebagainya atau malu gara-gara kita menegakkan Al-Qur’an & As-Sunnah, Anda keliru besar.
  139.  
  140. Ingat janji-Nya, Allah berfirman: Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka-… (QS. At-Taubah:111).
  141.  
  142. Marilah masing-masing kita selalu berbenah dan memperbaiki diri. Semoga Allah memberikan hidayah dan taufiq-Nya kepada kita dan seluruh kaum Muslimin. Aamiin.
  143.  
  144. Wallahu a’lam.
  145. Oleh : Abdul Aziz.
  146.  
  147. Allah berfirman : Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, maka niscaya DIA (Allah) akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu (QS. Muhammad:7) .
  148.  
  149. Mohon disebarluaskan dengan menjaga keaslian tulisan tanpa ditambah maupun dikurangi.
  150. Barakallahu fikum…
  151.  
  152.  
  153.  
  154. Kesimpulan saya setelah membaca artikel diatas:
  155.  
  156. 1. Ternyata Khaul itu juga dilakukan Umat Hindu. Termasuk ke dalam Panca Yajna.
  157.  
  158. 2. Selamatan 1 harinya, 2 harinya, 7 harinya, 40 harinya, 100 harinya, mendak pisan, mendak pindho, nyewu (1000 harinya) juga tidak pernah ada dlm ajaran Islam.
  159.  
  160. Malah temen kantor masih ada aja yg selametan wetonnya. Hadeh.. opo kui weton2an.
  161.  
  162. 3. Nasi Tumpeng juga merupakan kebiasaan Umat Hindu. Alhamdulillah di kantor tidak ada makan nasi tumpeng. Kalau ada akan coba saya beri masukan.
  163.  
  164. 4. Kalau Lebaran baiknya jangan makan ketupat. Lontong aja. Atau yg murah2 aja tapi cukup mengenyangkan (karena Rasulullah mengajarkan untuk berhenti sebelum kenyang). Merayakan hari kemenangan kan bukan dng senang2 tapi dengan ngibadah kan lbh baik tho?
  165.  
  166. Artikel diatas dari grup kantor. Dia pegawai yg sudah senior jadi dia berani menyampaikannya. Meski sdh ada 1 org yg merespon dan dia tidak setuju.
  167.  
  168. Kalau tahlilan boleh tapi tanpa embel2 1 hari, 7 hari, 40 hari, dll
Advertisement
Add Comment
Please, Sign In to add comment