Guest User

plagiarisme Koran Anak Indonesia

a guest
Aug 15th, 2010
294
Never
Not a member of Pastebin yet? Sign Up, it unlocks many cool features!
  1.                 <small>Oleh: <strong>Indonesian Children</strong> | 08/11/2009 </small>
  2.                 <h2>Asteroid Pallas Ternyata Cikal Bakal&nbsp;Planet</h2>
  3.             </div>
  4.             <div class="post-1027 post type-post hentry category-2-g-tata-surya-alam-semesta tag-asteroid-pallas-ternyata-cikal-bakal-planet">
  5.                 <div class="entry">
  6.                         <div class='snap_preview'><div class="pd-rating" id="pd_rating_holder_1410383_post_1027"></div>
  7. <p><script type="text/javascript" charset="utf-8"><!--//--><![CDATA[//><!--
  8. PDRTJS_settings_1410383_post_1027={"id":1410383,"unique_id":"wp-post-1027","title":"Asteroid Pallas Ternyata Cikal Bakal Planet","permalink":"http:\/\/korananakindonesia.wordpress.com\/2009\/11\/08\/asteroid-pallas-ternyata-cikal-bakal-planet\/","item_id":"_post_1027"}
  9. //--><!]]&gt;</script><br />
  10. <h2 style="text-align:center;"><span style="color:#800080;"><span style="color:#ff0000;">Asteroid Pallas</span> Ternyata Cikal Bakal Planet</span></h2>
  11. <p><strong>Diduga Pallas adalah asteroid kedua terbesar yang ada di Tata Surya merupakan obyek di antara asteroid dan planet kecil. Hipotesa bahwa asteroid  merupakan  cikal bakal planet  sedang dilakukan penelitian ilmiah. Britney E Schmidt mahasiswa program  Doktoral di <em>Department of Earth and Space Sciences</em>, UCLA  meneliti menggunakan citra asteroid Pallas yang dipotret Teleskop Hubble.</strong></p>
  12. <p><strong>Asteroid</strong></p>
  13. <p><strong>Asteroid</strong>, pernah disebut sebagai <strong>planet minor</strong> atau <strong>planetoid</strong>, adalah benda berukuran lebih kecil daripada planet, tetapi lebih besar daripada meteoroid, umumnya terdapat di bagian dalam Tata Surya (lebih dalam dari orbit planet Neptunus). Asteroid berbeda dengan komet dari penampakan visualnya. Komet menampakkan koma (&#8220;ekor&#8221;) sementara asteroid tidak.</p>
  14. <p> Asteroid merupakan planet berbatu yang kecil. Ukurannya 1 km lebih, yang terbesar 700 km. Terdapat beribu-ribu Asteroid dalam sistem tata surya. Sebagian besar ditemukan daerah khusus asteroid antara planet mars dan planet yupiter. Asteroid yang orbitnya melewati orbit bumi dinamakan asteroid &#8220;Apollo&#8221;. Banyak diantara asteroid yang sudah dinamakan oleh para ilmuwan dengan nama para ilmuwan yang menemukannya.</p>
  15. <p>Terbentuknya Asteroid Asteroid terbentuk dari material yang menjadi saksi bisu dari proses terbentuknya Tata Surya sekitar empat setengah miliar tahun yang lalu di bawah pengaruh interaksi gravitasi. Sebagian besar populasi asteroid dijumpai berada di antara orbit planet Mars dan Jupiter, daerah yang dikenal sebagai Sabuk Utama (Main Belt). Selain asteroid yang mendiami daerah Sabuk Utama, ada pula kelompok asteroid dengan orbit yang berbeda, seperti kelompok Trojan dan kelompok asteroid AAA (Triple A Asteroids-Amor, Apollo, Aten). Asteroid pertama yang ditemukan adalah 1 Ceres, yang ditemukan pada tahun 1801 oleh <a title="Giuseppe Piazzi" href="/wiki/Giuseppe_Piazzi">Giuseppe Piazzi</a>. Kala itu, asteroid disebut sebagai planetoid.</p>
  16. <p>Sudah sebanyak ratusan ribu asteroid di dalam tatasurya kita diketemukan, dan kini penemuan baru itu rata-rata sebanyak 5000 buah per bulannya. Pada 27 Agustus, 2006, dari total 339.376 planet kecil yang terdaftar, 136.563 di antaranya memiliki orbit yang cukup dikenal sehingga bisa diberi nomor resmi yang permanen. Di antara planet-planet tersebut, 13.350 memiliki nama resmi (trivia: kira-kira 650 di antara nama ini memerlukan tanda pengenl). Nomor terbawah tetapi berupa planet kecil tak bernama yaitu (3360) 1981 VA; planet kecil yang dinamai dengan nomor teratas (kecuali planet katai <strong>136199 Eris</strong> serta <strong>13434 Pluto</strong>) yaitu 129342 Ependes</p>
  17. <p>Kini diperkirakan bahwa asteroid yang berdiameter lebih dari 1 km dalam sistem tatasurya tatasurya berjumlah total antara 1.1 hingga 1.9 juta<sup><a href="#cite_note-2">[3]</a></sup>. Astéroid terluas dapam sistem tatasurya sebelah dalam yaitu <a title="1 Ceres" href="/wiki/1_Ceres">1 Ceres</a>, dengan diameter 900-1000 km. Dua asteroid sabuk sistem tatasurya sebelah dalam yaitu <a title="2 Pallas" href="/wiki/2_Pallas">2 Pallas</a> dan <a title="4 Vesta" href="/wiki/4_Vesta">4 Vesta</a>; keduanya memiliki diameter ~500 km. Vesta merupakan asteroid sabuk paling utama yang kadang-kadnag terlihat oleh mata telanjang (pada beberapa kejadian yang cukup jarang, asteroid yang dekat dengan bumi dapat terlihat tanpa bantuan teknis; lihat <a title="99942 Apophis" href="/wiki/99942_Apophis">99942 Apophis</a>).</p>
  18. <p>Massa seluruh asteroid Sabuk Utama diperkirakan sekitar 3.0-3.6×10<sup>21</sup> kg, atau kurang lebih 4% dari massa bulan. Dari kesemuanya ini, <a title="1 Ceres" href="/wiki/1_Ceres">1 Ceres</a> bermassa 0.95×10<sup>21</sup> kg, 32% dari totalnya. Kemudian asteroid terpadat, <a title="4 Vesta" href="/wiki/4_Vesta">4 Vesta</a> (9%), <a title="2 Pallas" href="/wiki/2_Pallas">2 Pallas</a> (7%), dan <a title="10 Hygiea" href="/wiki/10_Hygiea">10 Hygiea</a> (3%), menjadikan perkiraan ini menjadi 51%; tiga seterusnya, <a title="511 Davida (halaman belum tersedia)" href="/w/index.php?title=511_Davida&amp;action=edit&amp;redlink=1">511 Davida</a> (1.2%), <a title="704 Interamnia (halaman belum tersedia)" href="/w/index.php?title=704_Interamnia&amp;action=edit&amp;redlink=1">704 Interamnia</a> (1.0%), dan <a title="3 Juno (halaman belum tersedia)" href="/w/index.php?title=3_Juno&amp;action=edit&amp;redlink=1">3 Juno</a> (0.9%), hanya menambah 3% dari massa totalna. Jumlah asteroid berikutnya bertambah secara <a title="Distribusi eksponensial (halaman belum tersedia)" href="/w/index.php?title=Distribusi_eksponensial&amp;action=edit&amp;redlink=1">eksponensial</a> walaupun massa masing-masing turun. Dikatakan bahwa asteroid ida juga memiliki sebuah satelit yang bernama Dactyl.</p>
  19. <p><strong>Planet</strong></p>
  20. <p><strong>Planet</strong> adalah benda langit yang memiliki ciri-ciri  mengorbit mengelilingi bintang atau sisa-sisa bintang dan mempunyai massa yang cukup untuk memiliki gravitasi tersendiri agar dapat mengatasi tekanan <em>rigid body</em> sehingga benda angkasa tersebut mempunyai bentuk kesetimbangan hidrostatik (bentuk hampir bulat). Ciri yang lain adalah tidak terlalu besar hingga dapat menyebabkan <a title="Fusi nuklir" href="/wiki/Fusi_nuklir">fusi termonuklir</a> terhadap <a title="Deuterium" href="/wiki/Deuterium">deuterium</a> di intinya; dan. Planet harus telah &#8220;membersihkan lingkungan&#8221; (<em>clearing the neighborhood</em>; mengosongkan orbit agar tidak ditempati benda-benda angkasa berukuran cukup besar lainnya selain satelitnya sendiri) di daerah sekitar orbitnya</p>
  21. <p>Berdasarkan definisi di atas, maka dalam sistem Tata Surya terdapat delapan planet. Hingga 24 Agustus 2006, sebelum Persatuan Astronomi Internasional (<em>International Astronomical Union = IAU</em>) mengumumkan perubahan pada definisi &#8220;planet&#8221; sehingga seperti yang tersebut di atas, terdapat sembilan planet termasuk Pluto, bahkan benda langit yang belakangan juga ditemukan sempat dianggap sebagai planet baru, seperti: Ceres, Sedna, Orcus, Xena, Quaoar, UB 313. Pluto, Ceres dan UB 313 kini berubah statusnya menjadi &#8220;planet kerdil/katai.&#8221;</p>
  22. <p>Planet diambil dari kata dalam bahasa Yunani <em>Asteres Planetai</em> yang artinya <em>Bintang Pengelana</em>. Dinamakan demikian karena berbeda dengan <a title="Bintang" href="/wiki/Bintang">bintang</a> biasa, Planet dari waktu ke waktu terlihat <em>berkelana</em> (berpindah-pindah) dari rasi bintang yang satu ke rasi bintang yang lain. Perpindahan ini (pada masa sekarang) dapat dipahami karena planet beredar mengelilingi matahari. Namun pada zaman Yunani Kuno yang belum mengenal konsep heliosentris, planet dianggap sebagai representasi dewa di langit. Pada saat itu yang dimaksud dengan planet adalah tujuh benda langit: Matahari, Bulan, Merkurius, Venus, Mars, Jupiter dan Saturnus. Astronomi modern menghapus Matahari dan Bulan dari daftar karena tidak sesuai definisi yang berlaku sekarang. Sebelumnya, planet-planet anggota galaksi Bimasakti ada 9, Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter/Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto. Namun, tanggal 26 Agustus 2006, para ilmuwan sepakat untuk mengeluarkan Pluto dari galaksi Bimasakti sehingga jumlah planet pada galaksi Bimasakti jumlahnya ada 8.</p>
  23. <p>Sejalan dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, pengertian istilah “planet” berubah dari “sesuatu” yang bergerak melintasi langit (relatif terhadap latar belakang bintang-bintang yang “tetap”), menjadi benda yang bergerak mengelilingi Bumi. Ketika model heliosentrik mulai mendominasi pada abad ke-16, planet mulai diterima sebagai “sesuatu” yang mengorbit Matahari, dan Bumi hanyalah sebuah planet. Hingga pertengahan abad ke-19, semua obyek apa pun yang ditemukan mengitari Matahari didaftarkan sebagai planet, dan jumlah “planet” menjadi bertambah dengan cepat di penghujung abad itu.</p>
  24. <p>Selama 1800-an, astronom mulai menyadari bahwa banyak penemuan terbaru tidak mirip dengan planet-planet tradisional. Obyek-obyek seperti Ceres, Pallas dan Vesta, yang telah diklasifikasikan sebagai planet hingga hampir setengah abad, kemudian diklasifikan dengan nama baru &#8220;asteroid&#8221;. Pada titik ini, ketiadaan definisi formal membuat &#8220;planet&#8221; dipahami sebagai benda &#8216;besar&#8217; yang mengorbit Matahari. Tidak ada keperluan untuk menetapkan batas-batas definisi karena ukuran antara asteroid dan planet begitu jauh berbeda, dan banjir penemuan baru tampaknya telah berakhir.</p>
  25. <p>Namun pada abad ke-20, Pluto ditemukan. Setelah pengamatan-pengamatan awal mengarahkan pada dugaan bahwa Pluto berukuran lebih besar dari Bumi, <em>IAU</em> (yang baru saja dibentuk) menerima obyek tersebut sebagai planet. Pemantauan lebih jauh menemukan bahwa obyek tersebut ternyata jauh lebih kecil dari dugaan semula, tetapi karena masih lebih besar daripada semua asteroid yang diketahui, dan tampaknya tidak eksis dalam populasi yang besar, <em>IAU</em> tetap mempertahankan statusnya selama kira-kira 70 tahun.</p>
  26. <p>Pada 1990-an dan awal 2000-an, terjadi banjir penemuan obyek-obyek sejenis Pluto di daerah yang relatif sama. Seperti Ceres dan asteroid-asteroid pada masa sebelumnya, Pluto ditemukan hanya sebagai benda kecil dalam sebuah populasi yang berjumlah ribuan. Semakin banyak astronom yang meminta agar Pluto didefinisi ulang sebagai sebuah planet seiring bertambahnya penemuan obyek-obyek sejenis. Penemuan Eris, sebuah obyek yang lebih masif daripada Pluto, dipublikasikan secara luas sebagai planet kesepuluh, membuat hal ini semakin mengemuka. Akhirnya pada 24 Agustus 2006, berdasarkan pemungutan suara, <em>IAU</em> membuat definisi planet. Jumlah planet dalam Tata Surya berkurang menjadi 8 benda besar yang berhasil “membersihkan lingkungannya” (Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus), dan sebuah kelas baru diciptakan, yaitu planet katai, yang pada awalnya terdiri dari tiga obyek, Ceres, Pluto dan Eris.</p>
  27. <p><strong>Cikal Bakal Planet</strong></p>
  28. <p><img class="alignleft" src="http://www.chart-pebble-paintings.com/images/Obama/Obama01.jpg" alt="" width="255" height="199" /></p>
  29. <p>Ceres dan Vesta merupakan obyek langka- adalah sebuah protoplanet. Hasil ini memberi perspektif baru pada Pallas, obyek yang memang sangat menarik sekaligus yang baru pertama kali benar-benar diamati pada resolusi tinggi. Dari hasil citra resolusi tinggi yang diambil Hubble, diyakini Pallas sama sekali belum tersentuh sejak pembentukannya yang terjadi dalam beberapa juta tahun sejak Tata Surya terbentuk.</p>
  30. <p>Diharapkan dengan meneliti Pallas, dapat diketahui juga bagaimana pembentukan Tata Surya. Bagaimanapun Pallas bukan sekedar penyusun planet. Ia adalah sumber informasi dan catatan yang tersimpan rapi dalam batuan seiring perjalanan waktu. Dan informasi inilah yang bisa digunakan untuk mempelajari pembentukan planet di Tata Surya.</p>
  31. <p>Nama Dewi Yunani Pallas Athena inilah yang diberikan pada asteroid yang berada di sabuk utama asteroid di antara Jupiter dan Mars. Obyek masif tersebut cukup unik karea orbitnya berbeda dari asteroid lainnya dan memiliki sudut kemiringan  cukup tinggi.  Banyak hal menarik yang akan dipelajari melalui citra yang diberikan Hubble seperti, bagaimana bentuknya, bagaimana kondisi permukaannya, apakah ia memiliki kawah besar akibat tabrakan, atau apakah Pallas memiliki topografi yang khusus.</p>
  32. <p>Dengan citra yang dihasilkan Hubble, Schmidt dan rekan-rekannya dapat melakukan perhitungan untuk mengetahui ukuran dan bentuk si asteroid. Terungkap juga kalau permukaan Pallas memiliki area gelap dan terang yang mengindikasikan obyek dengan kelimpahan air itu telah melalui perubahan internal seperti yang dialami planet pada umumnya.</p>
  33. <p><strong>Pallas ternyata bukan sekedar batuan besar yang terbentuk dari silikat hidrat dan es.</strong></p>
  34. <p>Kondisi ini menyebabkan Pallas lebih tampak sebagai planet. Keragaman warna dan bentuknya yang lingkaran memberikan indikasi kalau Pallas mungkin sebuah planet. Tapi muncul lagi pertanyaan lain. Apakah Pallas merupakan obyek dinamik atau ia memang sudah seperti itu sejak terbentuk? Menurut Schmidt, Pallas memiliki kemungkinan sebagai obyek dinamik.</p>
  35. <p>Untuk pertama kalinya tampak kalau Pallas memiliki situs akibat tabrakan, meskipun Schmidt dan kawan-kawannya masih belum bisa menentukan apakah itu adalah kawah. Bagiannya yang lebih dangkal menunjukan ada sesuatu yang lain, yang mungkin justru memperlihatkan kalau Pallas memiliki keluarga kecil yang mengorbit di angkasa.</p>
  36. <p>Saat ini tak banyak asteroid yang besar yang belum berubah sejak terbentuk yang tersisa. Ada memang beberapa namun rata-rata sudah hancur. Jadi keberadaan Pallas merupakan salah satu kunci untuk mencari tahu apa yang ada di balik permukaannya, sekaligus untuk menjawab pertanyaan bagaimana mungkin Pallas memiliki keluarga.</p>
  37. <p>Ketika manusia berpikir tentang asteroid, mereka biasanya berpikir tentang batuan kecil mungil yang melayang di angkasa. Namun di antara asteroid tersebut, ada yang sangat dinamis secara fisik. Bahkan diperkirakan sekitar 5 juta tahun setelah Tata Surya terbentuk, Pallas mengalami dan melakukan sesuatu yang menarik. Apakah itu, tampaknya masih pelru penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan jawabannya.</p>
  38. <p><img src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:wjFqqBu-0zRhEM" alt="" width="320" height="232" /></p>
  39. <p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/OPiKLq-CHdofs1&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;showinfo=1&#038;iv_load_policy=1' /> <param name='allowfullscreen' value='true' /> <param name='wmode' value='opaque' /> <embed src='http://www.youtube.com/v/OPiKLq-CHdofs1&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;showinfo=1&#038;iv_load_policy=1' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='opaque'></embed> </object></span></p>
  40. <p>dari berbagai sumber</p>
RAW Paste Data