tamanmerah

7 Strategi untuk Membangun Otoritas

Apr 6th, 2019
115
Never
Not a member of Pastebin yet? Sign Up, it unlocks many cool features!
  1. 7 Strategi untuk Membangun Otoritas
  2.  
  3. Esensi otoritas: orang rela mengikuti petunjukmu.
  4. Semakin sedikit kamu menggunakan kekerasan, penghargaan dan hukuman (reward and punishment), dan pidato yang menginspirasi, semakin kamu berasil. Kamu harus berpikir untuk terus berupaya melibatkan tekad orang, dan mengatasi resistensi dan ambivalensi alami mereka.
  5.  
  6. *1. Temukan Arketip Kekuasaanmu - Otentisitas.*
  7. Munculkan otoritas secara alami dari karaktermu. Pola dasar yang terkenal adalah Pembebas, seperti Musa, yang bertekad untuk membebaskan orang dari kejahatan, tidak menyukai segala jenis ketidakadilan. Atau tipe "pendiri" (founder) yang menantang status quo, gembira menciptakan sesuatu yang baru seperti Picasso. Skill membuat orang mengikutinya.
  8.  
  9. *2. Fokus ke Luar - Sikap.*
  10. Manusia pada dasarnya egois, menghabiskan banyak waktu untuk memusatkan perhatian pada emosi, luka, dan fantasi. Balik kebiasaan ini sebisa mungkin. Pertama, lebih banyak mendengarkan dan menyerap kata-kata non-verbal dari orang lain. Di balik senyum orang, bisa jadi ada ketegangan atau daya tarik yang mendasari tindakan mereka. Kedua, jangan mencari hormat dari orang lain, tetapi berikan hasil terbaik kepada kebanyakan orang. Terserap dalam pekerjaan itu baik, selama tidak terserap kepada ego.
  11.  
  12. *3. Menumbuhkan Mata Ketiga - Visi.*
  13. Xenophon, murid Socrates, menyelamatkan tentara Yunani (401 SM) dengan visi rasionalnya dan menjadi pemimpin de facto tentara Yunani dalam banyak peperangan.
  14.  
  15. *4. Pimpin dari Depan - Nada.*
  16. Berikan kesan bahwa kamu menginternalisasi nilai-nilai dalam diri mereka. Tunjukkan kemampuan, bukan di depan. Jangan menimbulkan ketakutan akan penyalahgunaan kekuasaan. Sikap dan nada kamu mempengaruhi orang lain dengan cara yang paling halus.
  17.  
  18. *5. Aduk Emosi yang Bertentangan - Aura.*
  19. Jangan mudah ditebak. Saat berbaur, jangan menjadi pribadi yang konsisten. Kirimkan sinyal campuran agar terbebas dari kategorisasi instan mereka, dan memikirkan siapa kamu sebenarnya. Semakin mereka memikirkan, semakin otoritatif kehadiranmu.
  20.  
  21. *6. Tidak Mengambil, Selalu Memberi - Tabu.*
  22. Orang memiliki ingatan akut terhadap janji. Terutama yang berasal dari atas. Memberikan janji berarti mengambil harapan mereka.
  23.  
  24. *7. Meremajakan Otoritas - Adaptasi.*
  25. Perluas jangkauan untuk melatih adaptasi. Rangkul anak-muda, kunjungi lingkungan lain.
  26. ---
RAW Paste Data