SHARE
TWEET

[terjemah] Kedai - Jalaluddin Rumi

tamanmerah Apr 28th, 2019 (edited) 63 Never
Not a member of Pastebin yet? Sign Up, it unlocks many cool features!
  1. the Travern
  2.  
  3. All day I think about it, then at night I say it. "Where did I come from, and what am I supposed to be doing?" I have no idea.
  4.  
  5. My soul is from elsewhere, I'm sure of that, and I intend to end up there. This drunkenness began in some other tavern.
  6.  
  7. When I get back around to that place, I'll be completely sober. Meanwhile, I'm like a bird from another continent, sitting in this aviary.
  8.  
  9. The day is coming when I fly off, but who is it now in my ear who hears my voice? Who says words with my mouth? Who looks out with my eyes? What is the soul? I cannot stop asking.
  10.  
  11. If I could taste one sip of an answer, I could break out of this prison for drunks. I didn't come here of my own accord, and I can't leave that way. Whoever brought me here will have to take me home.
  12.  
  13. This poetry. I never know what I'm going to say. I don't plan it. When I'm outside the saying of it, I get very quiet and rarely speak at all.
  14.  
  15. Shams Tabriz, if you would show your face to me again, I could flee the imposition of this life.
  16.  
  17. [English Text]
  18.  
  19. -------
  20. Kedai
  21.  
  22. Sepanjang hari aku memikirkannya, kemudian pada malam aku mengatakannya. Dari mana aku berasal, dan aku sebenarnya sedang melakukan apa? Aku tidak mengerti.
  23.  
  24. Jiwaku dari lain-tempat, aku yakin itu, dan aku berniat mengakhirinya di sana. Mabuk ini telah bermula di kedai lain.
  25.  
  26. Saat aku kembali ke tempat itu, aku akan siuman sepenuhnya. Sementara itu, aku mirip seekor burung dari benua lain, duduk di sangkar ini.
  27.  
  28. Hari itu sedang tiba saat terbang, namun siapa ia sekarang di telingaku yang mendengar suaraku? Yang mengucapkan kata-kata melalui mulutku? Yang melihat dengan mataku? Apakah jiwa itu? Aku tak bisa berhenti bertanya.
  29.  
  30. Jika aku mampu merasakan satu tegukan-sedikit dari jawaban, aku mampu mendobrak penjara kemabukan. Aku tidak datang ke sini atas janjiku sendiri, dan aku tidak dapat meninggalkan jalan itu. Siapapun yang membawaku ke sini sudah pasti akan memulangkanku.
  31.  
  32. Puisi ini. Aku tidak pernah tahu apa yang akan kuucapkan. Aku tidak merencanakannya. Saat aku di luar-ucap puisi, aku bungkam-diri dan jarang bicara.
  33.  
  34. Syamsi Tabriz, jika kau bersedia menampakkan wajah padaku lagi, aku mampu melarikan diri dari paksaan kehidupan ini.
  35.  
  36. -------
  37.  
  38. Penerjemah:
  39.  
  40. Day Milovich,,
  41. Webmaster, artworker, penulis tinggal di Rembang dan Semarang
RAW Paste Data
We use cookies for various purposes including analytics. By continuing to use Pastebin, you agree to our use of cookies as described in the Cookies Policy. OK, I Understand
Top