SHARE
TWEET

Sebelum Menjawab Pertanyaan

tamanmerah Apr 14th, 2019 99 Never
Not a member of Pastebin yet? Sign Up, it unlocks many cool features!
  1. Sebelum Menjawab Pertanyaan
  2.  
  3. Oleh. Day Milovich,,
  4.  
  5. Pada suatu hari, seorang kawan, pernah bertanya kepada saya.
  6.  
  7. Pertanyaan itu bukan kali pertama saya dengar. Sudah banyak orang pernah bertanya demikian. Dan jawabannya selalu tidak memuaskan. Inilah menariknya.
  8.  
  9. Orang sering bertanya, apakah cinta itu, apakah hidup, kebenaran, keadilan, dst.
  10.  
  11. Ada yang berubah menjadi aliran, percabangan, atau ada pula yang memilih "melarikan-diri" dari perbincangan dengan satu kesimpulan untuk bertindak, "Tidak penting membicarakannya, yang penting bagaimana mengalaminya.".
  12.  
  13. Sayangnya, #bertindak tidaklah semudah itu. Kalau sendirian, tentu no problem. Kalau bertindak _akan_ dilakukan oleh (minimal) 2 orang, misalnya, antara 2 orang yang saling mencintai, atau dalam 1 pekerjaan, tetaplah perlu perbincangan.
  14.  
  15. Jadi, menurutmu, apa itu cinta?
  16.  
  17. "Tidak ada jawaban pasti," kata kawan saya yang lain. Saya justru menemukan, di sanalah menariknya.
  18.  
  19. Saya menemukan kesalahan pendekatan, dalam sebuah diskusi untuk mencari pengertian "cinta", menjadi perbincangan yang berputar-putar.
  20.  
  21. Saya memperbaiki pusaran-arus perbincangan itu, dengan menawarkan pendekatan kepada kawan-kawan di dalam kelas.
  22. -------
  23. Bagaimana kalau kita menentukan dulu, cara kita membicarakan "cinta". Bukan hanya _dengan_ perangkat bernama kamus, teori psikologi, atau menelaah kasus. Mari berbicara yang lebih mendasar dari itu, yaitu: cara kita membuat pengertian atas sesuatu.
  24. -------
  25. Ketika seseorang ingin mencari sebuah pengertian, tidak akan ada pengertian tunggal. Ada kemungkinan, dan akan selalu datang nanti, pengertian baru.
  26.  
  27. Begitu ada informasi baru, pengaruh ruang-waktu, atau kedatangan pakar dan disiplin-ilmu baru, pengertian bisa berubah. Dengan kata lain, tidak ada pengertian tunggal.
  28. -------
  29. Artinya, mencari pengertian "cinta" _untuk_ menetapkan 1 kalimat tentang apa itu "cinta", bukanlah tujuan kita.
  30. Berbicara "cinta" berarti berbicara "segala sesuatu yang terkait dengan cinta".
  31. -------
  32. Ini tidak hanya berlaku untuk "cinta". Ini berlaku pula ketika membahas: kursi, rumah, pintu, agama, keadilan, dst.
  33.  
  34. Ada keterbatasan bahasa, dokumentasi, konteks, dan pendekatan, yang membuat semua hal selalu berubah pengertiannya.
  35.  
  36. "Cinta" atau apapun itu, hanyalah metafora. Apa yang kita sebut sebagai "realitas", wujudnya hanyalah metafora. Bahkan kata "metafora" hanyalah metafora atas metafora.
  37.  
  38. Pendekatan yang lebih memadai adalah dengan menyajikan mind map, satu titik-besar yang terurai menjadi titik-lain, dengan garis-garis penghubung, catatan di sana-sini, serta keterangan kapan ini berlaku dan siapa yang membahasnya. Benar, konteks ruang-waktu dan siapa yang berbicara, sangatlah berpengaruh.
  39.  
  40. Lalu, siang itu, kami menggambar cinta. Yang tak pernah selesai. Orang boleh tak-percaya kalau kami bisa menggambar cinta. Kalau gambar ini selesai, mereka akan tahu, apa itu "cinta".
  41.  
  42. Jadi, apakah "makanan" itu? Apakah "agama" itu? Sebelumnya, perhatikan lagi, dengan pendekatan apa kamu membicarakannya. *[dm]*
  43.  
  44. -------
  45. Day Milovich,,
  46. Webmaster, artworker, penulis, tinggal di Rembang dan Semarang.
RAW Paste Data
We use cookies for various purposes including analytics. By continuing to use Pastebin, you agree to our use of cookies as described in the Cookies Policy. OK, I Understand
Top