SHARE
TWEET

Untitled

a guest Sep 23rd, 2019 77 Never
Not a member of Pastebin yet? Sign Up, it unlocks many cool features!
  1. {"result":"true","data":[{"nama_pariwisata":"Candi Prambanan ","alamat_pariwisata":"Jl. Jogja-Solo Km. 16 Prambanan, Yogyakarta INDONESIA 55282","detail_pariwisata":"Candi Prambanan terletak di lingkungan Taman Wisata Prambanan, kurang lebih 17 km ke arah timur dari Yogyakarta, tepatnya di Desa Prambanan Kecamatan Bokoharjo. Lokasinya hanya sekitar 100 m dari jalan raya Yogya-Solo, sehingga tidak sulit untuk menemukannya. Sebagian dari kawasan wisata yang yang terletak pada ketinggian 154 m di atas permukaan laut ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Sleman. sedangkan sebagian lagi masuk dalam wilayah Klaten. Candi Prambanan merupakan candi Hindu yang terbesar di Indonesia. Sampai saat ini belum dapat dipastikan kapan candi ini dibangun dan atas perintah siapa, namun kuat dugaan bahwa Candi Prambanan dibangun sekitar pertengahan abad ke-9 oleh raja dari Wangsa Sanjaya, yaitu Raja Balitung Maha Sambu. Dugaan tersebut didasarkan pada isi Prasasti Syiwagrha yang ditemukan di sekitar Prambanan dan saat ini tersimpan di Museum Nasional di Jakarta. Prasasti berangka tahun 778 Saka (856 M) ini ditulis pada masa pemerintahan Rakai Pikatan. ","gambar_pariwisata":"http://www.erporate.com/bootcamp/img/prambanan-temple.jpg"},{"nama_pariwisata":"Candi Sambisari","alamat_pariwisata":"Desa Sambisari, Purwomartani, Kalasan, Sleman INDONESIA","detail_pariwisata":"Candi Sambisari terletak di Dusun Sambisari, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. Dari pusat kota Yogyakarta, jaraknya 15 kilometer ke arah timur laut. Candi Sambisari yang merupakan candi Hindu beraliran Syiwa ini diperkirakan dibangun pada awal abad ke-9 oleh Rakai Garung, seorang Raja Mataram Hindu dari Wangsa Syailendra. Candi Sambisari ditemukan secara tidak sengaja. Seorang petani yang sedang mencangkul di sawahnya merasakan cangkulnya menghantam sebuah benda keras yang, setelah digali dan diamati, ternyata adalah sebuah batu berhiaskan pahatan. Berdasarkan laporan penemuan tersebut, Balai Arkeologi Yogyakarta melakukan penelitian dan penggalian seperlunya. Berdasarkan hasil penelitian, pada tahun 1966 ditetapkan bahwa di lahan tersebut terdapat reruntuhan sebuah candi yang terpendam oleh timbunan pasir dan batu yang dimuntahkan oleh G. Merapi pada tahun 1906. Rekonstruksi dan pemugaran candi ini selesai pada tahun 1987.","gambar_pariwisata":"http://www.erporate.com/bootcamp/img/candi-sambisari.jpg"},{"nama_pariwisata":"Candi Ijo","alamat_pariwisata":"Dukuh Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta","detail_pariwisata":"Candi Ijo terletak di Dukuh Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Candi ini berada lereng barat sebuah bukit yang jauh dari keramaian di kawasan barat Yogyakarta, di selatan Candi Ratu Baka. Dataran tempat kompleks candi itu berada luasnya sekitar 0,8 hektar, namun diperkirakan bahwa sesungguhnya kompleks Candi Ijo jauh lebih luas dari lahan yang sudah dibebaskan pemerintah tersebut. Dugaan itu didasarkan pada kenyataan bahwa ketika lereng bukit Candi Ijo di sebelah timur dan sebelah utara ditambang oleh penduduk, masih banyak ditemukan artefak yang mempunyai kaitan dengan candi. Candi berlatar belakang agama Hindu ini diperkirakan dibangun antara abad ke-10 sampai dengan ke-11. Kompleks Candi Ijo terdiri dari beberapa kelompok candi induk, candi pengapit dan candi perwara. Candi induk yang sudah selesai dipugar menghadap ke barat. Di hadapannya berjajar tiga candi yang lebih yang lebih kecil ukurannya yang diduga dibangun untuk memuja Brahma, Wisnu dan Syiwa.","gambar_pariwisata":"http://www.erporate.com/bootcamp/img/candi_ijo_yogyakarta.jpg"},{"nama_pariwisata":"Candi Kalasan","alamat_pariwisata":"Alamat: Jl. JogjaSolo Km. 13 Kalasan, Yogyakarta INDONESIA 55282","detail_pariwisata":"Candi Kalasan terletak di Desa Kalibening, Tirtamani, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, tepatnya sekitar 16 km ke arah timur dari kota Yogyakarta. Dalam Prasasti Kalasan dikatakan bahwa candi ini disebut juga Candi Kalibening, sesuai dengan nama desa tempat candi tersebut berada. Tidak jauh dari Candi Kalasan terdapat sebuah candi yang bernama Candi Sari. Kedua candi tersebut memiliki kemiripan dalam keindahan bangunan serta kehalusan pahatannya. Ciri khas lain yang hanya ditemui pada kedua candi itu ialah digunakannya vajralepa (bajralepa) untuk melapisi ornamen-ornamen dan relief pada dinding luarnya. Umumnya sebuah candi dibangun oleh raja atau penguasa kerajaan pada masanya untuk berbagai kepentingan, misalnya untuk tempat ibadah, tempat tinggal bagi biarawan, pusat kerajaan atau tempat dilangsungkannya kegiatan belajar-mengajar agama. Keterangan mengenai Candi Kalasan dimuat dalam Prasasti Kalasan yang ditulis pada tahun Saka 700 (778 M). Prasasti tersebut ditulis dalam bahasa Sanskerta menggunakan huruf pranagari. Dalam Prasasti Kalasan diterangkan bahwa para penasehat keagamaan Wangsa Syailendra telah menyarankan agar Maharaja Tejapurnama Panangkarana mendirikan bangunan suci untuk memuja Dewi Tara dan sebuah biara untuk para pendeta Buddha. Menurut prasasti Raja Balitung (907 M), yang dimaksud dengan Tejapurnama Panangkarana adalah Rakai Panangkaran, putra Raja Sanjaya dari Kerajaan Mataram Hindu.","gambar_pariwisata":"http://www.erporate.com/bootcamp/img/candi-kalasan.jpg"},{"nama_pariwisata":"Candi Ratu Baka","alamat_pariwisata":"Jl. Solo kilometer 17, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman","detail_pariwisata":"Candi Baka terletak sekitar 3 km ke arah selatan dari Candi Prambanan atau sekitar 19 km ke arah selatan dari kota Yogyakarta. Kawasan Candi Ratu Baka yang berlokasi di atas sebuah bukit dengan ketinggian ± 195.97 m diatas permukaan laut, meliputi dua desa, yaitu Desa Sambirejo dan Desa Dawung. Situs Ratu Baka sebenarnya bukan merupakan candi, melainkan reruntuhan sebuah kerajaan. Oleh karena itu, Candi Ratu Baka sering disebut juga Kraton Ratu Baka. Disebut Kraton Baka, karena menurut legenda situs tersebut merupakan istana Ratu Baka, ayah Lara Jonggrang. Kata kraton berasal dari kata Ka-ra-tu-an yang berarti istana raja. Diperkirakan situs Ratu Baka dibangun pada abad ke-8 oleh Wangsa Syailendra yang beragama Buddha, namun kemudian diambil alih oleh raja-raja Mataram Hindu. Peralihan pemilik tersebut menyebabkan bangunan Kraton Baka dipengaruhi oleh Hinduisme dan Buddhisme.","gambar_pariwisata":"http://www.erporate.com/bootcamp/img/boko.jpg"},{"nama_pariwisata":"Pantai Depok","alamat_pariwisata":"Jl. Pantai Depok, Parangtritis, Kec. Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia ","detail_pariwisata":"Di antara pantai-pantai lain di wilayah Bantul, Pantai Depok-lah yang tampak paling dirancang menjadi pusat wisata kuliner menikmati sea food. Di pantai ini, tersedia sejumlah warung makan tradisional yang menjajakan sea food, berderet tak jauh dari bibir pantai. Beberapa warung makan bahkan sengaja dirancang menghadap ke selatan, jadi sambil menikmati hidangan laut, anda bisa melihat pemandangan laut lepas dengan ombaknya yang besar. Beragam hidangan sea food bisa dicicipi. Hidangan ikan yang paling populer adalah ikan cakalang. Jenis ikan lain yang bisa dinikmati adalah kakap putih, kakap merah, bawal dan lain-lain. Selain ikan, ada juga kepiting, udang dan cumi-cumi.","gambar_pariwisata":"http://www.erporate.com/bootcamp/img/pantaidepok.jpg"},{"nama_pariwisata":"Pantai Parangtritis","alamat_pariwisata":"Jl. Parangtritis Km. 28 Parangtritis Yogyakarta INDONESIA 55188","detail_pariwisata":"Parangtritis merupakan objek wisata yang paling terkenal di Yogyakarta. Parangtritis mempunyai pemandangan unik yang tidak ditemukan pada objek wisata lainnya yaitu gumuk pasir yaitu gunung-gunung pasir di sekitar pantai. Gumuk ini dikatakan sebagai satu-satunya gurun pasir di Asia Tenggara. Di sini, Anda akan merasa sedang berada di Afrika sebab luasnya lautan pasir dan udaranya yang lebih panas dibanding daerah sekitarnya. Selain dari pada ombaknya yang cukup besar itu. Potensi yang lura biasa ini hingga parangtritis ini, hingga membuat pihak Pemkab Bantul turun tangan mengelolanya dengan baik, dengan memberi fasilitas penginapan sampai pasar yang menjajakan souvenir khas Parangtritis. Di Parangtritis juga tersedia ATV yang dapat disewa dengan harga sekitar Rp 50.000 – Rp.100.000, kuda dan kereta kuda yang dapat disewa untuk menyusuri pantai dari timur ke barat cukup dengan RP. 20.000. Selain itu Parangtritis juga merupakan tempat yang pas untuk olahraga udara, tersedia penginapan atau hotel di Pantai Parangtritis, Warung jajanan, Toko kerajinan, Toko kelontong dan lahan parkir yang luas.","gambar_pariwisata":"http://www.erporate.com/bootcamp/img/parangtritis.jpg"},{"nama_pariwisata":"Pantai Baron","alamat_pariwisata":"Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta","detail_pariwisata":"Pantai Baron bisa dibilang salah satu pantai unik di Jogja karena di tempat wisata ini kita bisa menemukan dua jenis air, yaitu air asin dan air tawar yang berasal dari aliran sungai di pinggir pantai. Tak sekedar aliran sungai biasa, aliran sungai ini terletak di sebelah barat Pantai Baron dimana langsung mengalir kearah laut. Sama halnya dengan beberapa pantai di laut jawa, setiap hari 1 Syura di Pantai Baron selalu diadakan upacara sedekah laut sebagai rasa terima kasih dari masyarakat setempat atas panen ikan yang melimpah. Pemandangan di Pantai Baron terbilang cukup indah, terutama jika kamu naik di tebing sebelah timur pantai, dari atas tebing tersebut kita bisa melihat seluruh kawasan Pantai Baron. ","gambar_pariwisata":"http://www.erporate.com/bootcamp/img/Pantai-Baron-gunung-kidul.jpg"},{"nama_pariwisata":"Pantai Indrayanti","alamat_pariwisata":"Dusun Ngasem, Desa Tepus,Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta","detail_pariwisata":"Lokasi Pantai Indrayanti Gunungkidul terletak tepat di sisi timur Pantai Sundak. Keduanya dibatasi oleh perbukitan karang. Pantai Indarayati menawarkan keindahan panorama yang unik dibanding pantai-pantai lain di Gunungkidul. Tidak hanya bentang pasir putih yang mempesona atau megahnya perbukitan batuan karang, jernihnya air laut yang terlihat biru bersih seolah mengajak para wisatawan untuk berenang dan berbaur di dalamnya. Air laut di Pantai Indrayanti ini memang sungguh bersih, jernih, dan alami karena belum terkontaminasi oleh aneka limbah. Inilah sebab para penikmat perjalanan selalu menyukai untuk berenang dan bermain-main air di Pantai Indrayanti tersebut. Pemberian nama Pantai Indarayanti Gunungkidul ini diambil dari nama pemilik sebuah restoran yang ada di kawasan tersebut. Hal ini berawal dari papan nama “Indrayanti” yang terpampang di depan restoran sehingga kemudian orang lebih mengenal pantai tersebut sebagai Pantai Indrayanti. Pemberian nama ini sempat mengundang kontroversi karena pemerintah Kabupaten Gunungkidul telah memberi nama pantai tersebut, yaitu Pantai Pulang Syawal. Tetapi, nama Indrayanti terlanjur familiar di telinga masyarakat lokal maupun wisatawan. Pada akhirnya, pantai di Yogyakarta yang terkenal paling bersih ini lebih populer dengan sebutan Pantai Indrayanti.","gambar_pariwisata":"http://www.erporate.com/bootcamp/img/Keelokan-Pantai-Indrayanti-Gunung-Kidul-Jogja.jpg"},{"nama_pariwisata":"Pantai Sundak","alamat_pariwisata":"Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta","detail_pariwisata":"Pantai Sundak merupakan sebuah objek wisata alam berupa Pantai yang berada di daerah Wonosari. Pantai ini terletak sekitar 3 Km dari Pantai Kukup. Meskipun Pantai Sundak tidak terlalu besar, namun pantai ini menyajikan keindahan alam yang alami dan menyenangkan. Ukuran yang tidak terlalu besar tersebut mengakibatkan Pantai Sundak tidak banyak dikunjungi oleh pengunjung sehingga keindahannya dapat dinikmati dengan maksimal. Pantai Sundak memiliki pasir putih dan batu karang berlumut yang indah. Anda dapat menghabiskan waktu untuk menikmati keindahan Pantai Sundak ini di Gubug kecil yang sudah disediakan oleh warga sekitar di pesisir pantai. Gubug tersebut memang disewakan untuk pengunjung, namun tidak ada biaya yang dipatok karena pengunjung dapat membayar seikhlasnya. Berdasarkan sejarah yang beredar di masyarakat, Nama Sundak berasal dari cerita pertarungan anjing (asu) dan landak. Pertarungan yang dimenangkan oleh anjing tersebut akhirnya membuat pantai tersebut di namakan dengan Pantai Sundak. Rute yang harus dilewati untuk menuju pantai ini relatif mudah karena anda hanya perlu mengikuti jalan setelah anda bertemu dengan Pantai Kukup. Arahnya menuju ke timur sekitar 3 Kilometer dan anda dapat menikmati keindahan dari Pantai Sundak.","gambar_pariwisata":"http://www.erporate.com/bootcamp/img/sundak.JPG"},{"nama_pariwisata":"Kawasan Wisata Kaliurang","alamat_pariwisata":"Desa Hargobinangun, Kec. Pakem, Sleman, Jogjakarta.","detail_pariwisata":"Destinasi wisata Kaliurang menyuguhkan Anda akan sebuah keindahan alam nan memikat di kaki Gunung Merapi Jogjakarta. Inilah salah satu pesona dari sejumlah tempat wisata di Jogja yang populer di kalangan penikmat perjalanan. Secara administratif, Kaliurang terletak di Desa Hargobinangun, Kec. Pakem, Sleman, Jogjakarta. Daerah ini berada di ketinggian sekitar 900 meter dpl pada arah selatan Gunung Merapi dan berjarak sekitar 25 km dari pusat kota Yogyakarta.Perjalanan menuju kawasan wisata Kaliurang memberikan Anda suguhan panorama yang mengagumkan, dengan gunung menjulang tinggi, bentang alam nan hijau di sebelah kanan dan kiri jalan, serta udara yang begitu segar. Belum lagi aneka taman bermain di Kaliurang dan hiburan perjalanan alam yang menyenangkan. Inilah sebab mengapa Kaliurang menjadi salah satu destinasi wisata keluarga yang favorit di Jogja, pilihan tepat untuk wisata anak-anak Anda di alam terbuka.","gambar_pariwisata":"http://www.erporate.com/bootcamp/img/wisata-Kaliurang.jpg"},{"nama_pariwisata":"Benteng Vredeburg","alamat_pariwisata":"Jl. A. Yani No.6, Ngupasan, Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55122, Indonesia","detail_pariwisata":"Letak Benteng Vredeburg Yogyakarta di kawasan nol kilometer pusat Kota Yogyakarta menjadikan sebuah daya tarik bagi para wisatawan. Benteng ini dikelilingi oleh bangunan-bangunan kuno peninggalan jaman Belanda seperti Gedung Agung (bekas rumah residen), gereja Ngejaman (GPIB Margamulya), bekas Senisono (menyatu dengan Gedung Agung), kantor BNI 1946, kantor Pos, kantor Bank Indonesia dan Societeit Militaire. Benteng Vredeburg menjadi tujuan wisata budaya yang unik dan khas di Yogyakarta. Dalam pelayanannya kepada masyarakat, museum Benteng Vredeburg tidak lepas dari unsur-unsur pendidikan karena pada dasarnya museum memiliki dua fungsi yaitu sebagai rekreasi sekaligus tempat pendidikan. Informasi tentang kesejarahan, kebudayaan dan nilai-nilai luhur kejuangan disampaikan kepada generasi muda dalam nuansa edutainment, yang berasal dari kata education dan entertainment. Demikianlah, Benteng Vredeburg yang sekarang menjadi Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta telah melekat dengan Kota Yogyakarta. Latar belakang sejarah Kota Yogyakarta baik sebagai ibukota Kasultanan Yogyakarta dan ibukota NKRI tidak dapat dipisahkan dengan sejarah Benteng Vredeburg Yogyakarta. Pelestarian Benteng Vredeburg sebagai museum bukan berarti pengagungan simbol kejayaan kolonial. Akan tetapi tujuannya untuk mendapatkan fungsi baru yang dapat memberikan informasi dan aspirasi perjuangan nasional bagi generasi mendatang.","gambar_pariwisata":"http://www.erporate.com/bootcamp/img/Gerbang_depan_Museum_Vredeburg_Yogyakarta.jpg"},{"nama_pariwisata":"Kraton Jogja","alamat_pariwisata":"Jalan Rotowijayan Blok No. 1, Panembahan, Kraton, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia","detail_pariwisata":"Kraton Yogyakarta adalah istana resmi Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang berlokasi di jantung kota Yogyakarta. Walaupun kesultanan tersebut secara resmi telah bergabung dalam NKRI pada tahun 1950, namun komplek keraton ini masih berfungsi sebagai tempat tinggal sultan dan rumah tangga istananya yang masih menjalankan tradisi kesultanan hingga saat ini. Kraton ini kini juga merupakan salah satu objek wisata favorit yang paling sering dikunjungi di kota Jogja. Sebagian kompleks kraton merupakan museum yang menyimpan berbagai koleksi milik kesultanan, termasuk berbagai pemberian dari raja-raja Eropa, replika pusaka keraton, kereta kencana dan gamelan. Dari segi bangunannya, keraton ini merupakan salah satu contoh arsitektur istana Jawa yang terbaik, memiliki beberapa balairung mewah dan lapangan serta paviliun yang luas. Kraton Yogyakarta didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1755. Lokasi keraton ini konon adalah bekas sebuah pesanggarahan yang bernama Garjitawati. Pesanggrahan ini digunakan untuk istirahat iring-iringan jenazah raja-raja Mataram yang akan dikebumikan di Imogiri.","gambar_pariwisata":"http://www.erporate.com/bootcamp/img/keraton-jogja.jpg"}]}
RAW Paste Data
We use cookies for various purposes including analytics. By continuing to use Pastebin, you agree to our use of cookies as described in the Cookies Policy. OK, I Understand
 
Top