<!DOCTYPE html>
<html lang="id">
<head>
<meta charset="UTF-8">
<meta http-equiv="X-UA-Compatible" content="IE=edge">
<meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1.0">
<title>Warung Tegal</title>
<link rel="stylesheet" href="assets/style/style.css">
<link rel="shortcut icon" href="favicon.ico" type="image/x-icon">
</head>
<body>
<div class="wrapper">
<header>
<div class=jumbotron>
<h1>Warung Tegal</h1>
</div>
<nav class="sticky">
<ul>
<li><a href="index.html">Beranda</a></li>
<li><a href="menu.html">Daftar Masakan</a></li>
<li><a href="katering.html">Katering</a></li>
<li><a href="tentang.html" class="current">Tentang</a></li>
<li><a href="kontak.html">Kontak</a></li>
</ul>
</nav>
</header>
<main>
<section class="content" id="about">
<article>
<h2 class="top pink">Sejarah</h2>
<p>
  <b>Warung Tegal</b> atau disebut juga (Warung Tegal Bahari) adalah salah satu jenis usaha gastronomi yang menyediakan
makanan dan minuman dengan harga terjangkau. Biasa juga disingkat Warteg, nama ini seolah sudah menjadi istilah generik untuk
warung makan kelas menengah ke bawah di pinggir jalan, baik yang berada di kota Tegal maupun di tempat lain, baik yang dikelola
oleh orang asal Tegal maupun dari daerah lain.
</p>
<div class="container">
<iframe src="https://www.youtube.com/embed/PStBDgAToeU?autoplay=1&mute=1" allowfullscreen></iframe>
</div>
<p>
  Warung tegal muncul sekitar tahun 1960-an, bebarengan dengan pembangunan infrastruktur Ibu Kota yang berjalan pesat
setelah 20 tahun kemerdekaan Indonesia. Momen ini lalu dimanfaatkan oleh warga Tegal, yang dipelopori oleh <b>Mbah Bregas</b>,
untuk mengadu nasib di Jakarta yang saat itu kebanyakan bekerja sebagai buruh bangunan di lokasi proyek. Usaha buka warteg ini
biasanya dilakukan oleh para istri mereka di sekitar lokasi proyek pembangunan.
</p>
<p>
  Pada awalnya, Warung tegal banyak dikelola oleh masyarakat dari dua desa di Kabupaten Tegal dan satu desa di Kota Tegal
yaitu warga desa Sidapurna, Sidakaton Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal dan Krandon. Mereka mengelola warung tegal secara bergiliran
(antar keluarga dalam satu ikatan famili) setiap 3 - 4 bulan. Yang tidak mendapat giliran mengelola warung biasanya bertani di
kampung halamannya. Biasanya, pengelola warung tegal di Jakarta yang asli orang Tegal tergabung dalam <b>Koperasi Warung Tegal</b>,
yang populer dengan singkatan Kowarteg. Kowarteg hingga saat ini masih diketuai oleh Sastoro.
</p>
</article>
</section>
<aside>
<section class="popular-recipes">
<h2 class="pink">Masakan Populer</h2>
<a href="#">Sayur Sop</a>
<a href="#">Ayam Goreng</a>
<a href="#">Tumis Kangkung</a>
<a href="#">Sayur Bayam</a>
</section>
<section class="contact-details">
<h2 class="pink">Lokasi</h2>
<p>Warung Tegal di seluruh<br>Indonesia</p>
</section>
</aside>
</main>
<footer>
© 2021 Warung Tegal
</footer>
</div>
</body>
</html>