SHARE
TWEET

Memperbarui Cara Pikiran Memproses Informasi

tamanmerah Apr 6th, 2019 92 Never
Not a member of Pastebin yet? Sign Up, it unlocks many cool features!
  1. *Memperbarui Cara Pikiran Memproses Informasi*
  2.  
  3. "Baca informasi yang bagus, agar pemikiran kita lebih baik". Pernyataan itu bagus, namun tidak sepenuhnya benar.
  4.  
  5. Informasi saja tidak membuat pemikiran kita lebih baik. Kita juga harus memahami dan memperbarui bagaimana cara pikiran kita memproses informasi.
  6.  
  7. Pikiran kita terjebak dalam pengulangan kebiasaan (habits loop).
  8. Lingkaran pembentukan kebiasaan:
  9. pemicu (trigger),
  10. rutinitas (routine), dan
  11. hadiah (reward).
  12. kembali lagi ke pemicu.
  13.  
  14. Melingkar. Di lingkungan ada pemicu, kita jadikan aktivitas, dapat reward, kemudian diulang terus sampai membentuk pola di otak.
  15.  
  16. Pemicu bernama alarm jam 06.00 menghasilkan reaksi bernama "bangun" atau "mandi pagi". "Kopi" bisa menjadi pemicu dan bagian dari lingkaran kebiasaan.
  17.  
  18. Lingkaran kebiasaan yang hampir sama,.menciptakan pola dalam pikiran yang hampir sama.
  19.  
  20. Tidak ada perubahan perilaku tanpa pemicu. Reaksi dapat diprediksi.
  21.  
  22. Pikiran aktif tidak memiliki pola monoton.
  23.  
  24. Lihat pola kebiaaan kamu sehari-hari, cari di mana pemicunya, dan bagaimana kamu menjadikannya sebagai lingkaran kebiasaan setelah mendapatkan reward (ada untungnya, baik untuk tubuh dan pikiran, dll.). Ini bentuknya bisa rutinitas bekerja, berdagang, nongkrong, atau bermain Facebook.
  25.  
  26. Saya sering menjumpai orang yang punya rutinitas kerja melingkar, dengan jam masuk dan pulang yang tetap, amplop gajian, bertemu dengan orang yang itu-itu juga, pembicaraan yang 80% hampir sama, ajakan bebas-dari-kerja sesekali (dalam bentuk _gathering_, misalnya) lalu menjadi rutinitas. Asyik tetapi melingkar dan nyaris tetap.
  27.  
  28. Kalau sempat libur panjang, kembalinya ke lingkaran rutinitas lagi. Aplikasi dan website juga menerapkan ini. Ada notifikasi (lampu indikator berkedip, keterangan ada komentar atau inbox baru), kemudian kita buka. Jika ada "reaksi" menyenangkan (Like dan "makasih" itu reward), bermain Facebook menjadi lingkaran rutinitas. Asyik tetapi melingkar dan nyaris tetap.
  29.  
  30. Otak terjebak di dalam lingkaran kebiasaan mental ini, cenderung melihat informasi dari sudut pandang tunggal.
  31.  
  32. Otak mempelajari sesuatu dalam satu konteks, keliru menerapkannya pada orang lain, mencampuradukkan pemicu yang mengarah pada pemikiran rutin.
  33.  
  34. Semula, kopi hanyalah alternatif, tetapi berubah menjadi pemicu, ditetapkan dalam lingkaran kebiasaan, dan akhirnya menghasilkan reaksi yang hampir sama pada orang-orang yang memiliki pola kebiasaan minum kopi dalam hidupnya. Kopi menjadi identik dengan bicara santai dan lepas dsri rutinitas. Justru itulah rutinitasnya.
  35.  
  36. Pola pikiran, terbentuk dari pembiasaan (pengulangan) dan reaksi yang hampir sama. Semakin sama, semakin membekas.
  37.  
  38. Putaran kebiasaan ini lantas menjadi mode default dalam pikiran.
  39.  
  40. Semakin beragam pola berpikir kita yang terlatih, semakin akurat kita dapat berinteraksi dengan informasi di sekitar kita.
  41.  
  42. Tidak ada yang benar-benar membuat perbedaan, sekalipun mendapatkan informasi terbaik, kecuali kita mengkalibrasi pengalaman subyektif internal, dengan lingkungan eksternal objektif itu.
  43.  
  44. Pengalaman subjektif kami terbatas, dan menggunakannya sebagai dasar untuk memahami dunia adalah cara terbatas untuk menjalani hidup. Itu membuat kita bias ke arah yang salah.
  45.  
  46. Sebuah monitor memiliki kemampuan dasar untuk menampilkan milyaran warna secara tepat jika hardware-nya bagus. Apapun warna yang masuk, tidaklah masalah. Selain hardware, monitor itu harus dikalibrasi agar bisa menampilkan warna secara tepat.
  47.  
  48. *Contoh Kasus*
  49. Dunia eksternal (informasi yang saya terima) terdapat 101 artikel tentang cara menghapus iklan dari Android. Saya pernah sekali #mengalami dapat iklan, pada kali pertama memakai Android. Setelah itu, saya tahu bagaimana prinsip iklan ditanamkan di Android dan bagaimana mengatasinya.
  50. Saya tidak mudah percaya pada informasi terbaik. Saya kalibrasi pengalaman subyektif internal dengan informasi eksternal itu. Saya mengalami kejadian dan pembelajaran yang otentik, di mana pengetahuan dan pengalaman membuat pembuktian sendiri melalui diri saya.
  51.  
  52. Pola berpikir adalah aturan praktis implisit untuk cara orang menghubungkan aspek realitas. Mengingat realitas itu rumit, pola berpikir perlu beragam.
  53.  
  54. Satu-satunya cara mendiversifikasi pola pikir adalah dengan mencari pertemuan baru dan saling bertentangan.
  55.  
  56. Diversifikasi bisa dilakukan, melalui: membaca buku baru, jalan-jalan ke lingkungan yang belum saya kenal, mendengarkan musik batu, dan permainan pemikiran hipotetis.
  57.  
  58. Manusiabdilahirkan dengan seperangkat mesin biologis, tetapi tidak dilahirkan dengan mengetahui cara menggunakannya.
  59.  
  60. Manusia mengalami pembiasaan di masa kecil, lalu tahu makanan favorit kita, tahu bagaimana cara makan yang baik, dan memilih teman. Loop kebiasaan mental sering menjebak, tidak secara akurat menilai situasi yang dihadapi orang, yang mengarah pada masalah pemahaman dan kepuasan.
  61.  
  62. Diversifikasi pola berpikir harus dilakukan secara sengaja. Kamu harus sengaja terbuka terhadap musik baru, gagasan baru, tempat baru, orang-orang baru, dan yang terpenting: lingkaran kebiasaan baru. Tidak terlalu berpengaruh, kenalan dengan 100 orang baru jika dilakukan pada jam sama dan tanpa intensitas.
  63.  
  64. Bagaimana kita berpikir tentang apa yang terjadi di sekitar kita (ini berarti cara kita memahami sesuatu, mengatasi masalah, dan menjadi kreatif) jauh lebih penting daripada apa yang sebenarnya terjadi sekitar kita. *[dm]*
  65. ---
RAW Paste Data
We use cookies for various purposes including analytics. By continuing to use Pastebin, you agree to our use of cookies as described in the Cookies Policy. OK, I Understand
Top