SHARE
TWEET

Ikonografi dan Pembacaan Identitas

tamanmerah Apr 24th, 2019 86 Never
Not a member of Pastebin yet? Sign Up, it unlocks many cool features!
  1. *Ikonografi dan Pembacaan Identitas*
  2. Oleh. Day Milovich,,
  3.          
  4. Seni tradisional memiliki ekspresi (bentuk) yang dekat dengan ikonografi tradisional, lebih berorientasi kepada "keselamatan" (misalnya: "sedekah laut" dan "ruwatan") dan keseimbangan kosmologi.
  5.  
  6. Seni tradisional yang "menyelamatkan", itu berkaitan dengan pandangan tradisional bahwa segala seni itu harus menjadi bagian sinergis (satu-padu) dengan gerak alam semesta. Ada pemaduan unsur yang bergerak bersama, mulai dari kostum, tetabuhan, sampai interaksi penonton.
  7.  
  8. Ikonografi adalah ilmu pengetahuan tentang identifikasi, deskripsi (penggambaran), klasifikasi (sistematika), dan penafsiran simbol, tema, dan permasalahan seni visual (yang bisa dilihat, ditonton).
  9.  
  10. Kalau dalam sebuah tari tradisional, misalnya, bisa diantar dengan beberapa pertanyaan berikut:
  11.  
  12. + Tarian ini "cerita"nya bagaimana, atau tentang apa? Itu berarti tentang deskripsi (penggambaran), termasuk ketika menceritakan sejarahnya.
  13. + Mengapa "ekspresi" penarinya lembut?
  14. + Bagaimana makna yang terkandung dalam gerakannya?
  15.  
  16. Nantinya, peneliti akan bisa mengidentifikasi apa saja yang menjadi atmosfer tarian ini. Misalnya, mendapatkan temuan: tari ini termasuk ritual, pernah dipakai sebagai penyembuhan, dll.
  17.  
  18. Dengan "pengantar" seperti ini, singkatnya, ikonografi itu membaca "identitas" dan "ekspresi" (pemakaian simbol) berdasarkan apa yang terlihat (visual).
  19.  
  20. Seni modern, lebih berorientasi kepada: transformasi media, penjelajahan teknik-media-obyek, dan reaksi terhadap realitas.
  21.  
  22. "Panggung" menjadi tiruan (mimesis) realitas dan metamorfosis kehidupan. Pembebasan obyek dan kebebasan berekspresi, lebih diutamakan dalam seni modern, mengingat modernitas adalah tentang cara-memandang dunia yang didominasi subjek manusia.
  23.  
  24. Tidak mengherankan, seorang seniman-modernis, yang memegang smartphone, atau merekam (dalam pikiran) "sesuatu" yang tradisional, tetapi keren untuk dijadikan "bagian" penjelajahan dalam karya atau pementasan berikutnya, akan berhadapan dengan perjalanan batinnya sendiri, sebelum menyajikan karya untuk publik.
  25.  
  26. Pengalaman dan sejarah, bisa ditransformasikan menjadi pemandangan hibrid atas cara-memandang dunia "milik" sang seniman.
  27.  
  28. Misalnya? Sebuah "tarian sakral" milik masyarakat adat, bisa masuk, atau dipotong sebagian, ke dalam bagian alur cerita sebuah pertunjukan teater. Sehelai kain batik khas daerah tertentu, dilepaskan dari riwayat produksinya, sebagai bagian dari mixed media seorang perupa. Atau sebuah fotografi, musik, happening art, silakan sebut misal lain.
  29.  
  30. Ikonografi tradisional tidak jarang menjadi properti panggung, penjiwaan terbarukan seorang seniman, atau sebuah "fotografi" yang memvalidasi pengalaman menjelajah ("lihat, saya pernah di sini.") dan bentuk posesif berpadu dengan rasa tak-aman ("Selamatkan batik!") dan wisata visual.
  31.  
  32. Ketika sebuah wilayah geografis telah kehilangan masa-lalu (tidak tahu, bagaimana sejarah tempat ini), kehilangan identitas naratif (dan tidak berbeda dari kota lain), dan tidak bisa melacak reproduksi simbol yang berbasis kepercayaan (merata, sebagaimana konstruksi religiusitas di kota lain), maka tidak lama lagi, realitas akan direduksi menjadi modus ekspresi berkesenian. Singkatnya, lebih kelihatan caranya berekspresi daripada gambaran yang mendekati identitas kota itu. Dengan efek berikutnya, kota memiliki identitas bentukan, atribusi dan predikasi ciptaan beberapa orang, dan sering dalam waktu singkat.
  33.  
  34. Tanpa ketahanan pengetahuan atas nilai tradisi yang hidup, maka kita hanya akan menikmatinya sebagai pameran, pementasan, pertunjukan, dan wisata.
  35.  
  36. Wilayah "pengetahuan" (bukan "informasi") adalah pembentuk jejaring berkesenian yang sesungguhnya. Ruang yang menghubungkan gagasan subyektif, perjalanan identitas, bukan semata-mata kolaborasi antar-disiplin-ilmu yang dangkal.
  37.  
  38. Wilayah pengetahuan pula yang menjaga identitas daerah dari serangan kamera smartphone.
  39.  
  40. Yang terjadi sekarang, seni sudah identik dengan "pembebasan bentuk", bukan "bentuk pembebasan". Boleh aneh, bebas, tetapi tidak membebaskan orang dari masalah berpikir. Ingat, semua masalah sebenarnya berawal dari masalah berpikir. Betapa instan, bicara dalam 2 jam, besoknya sudah perform.
  41.  
  42. Ruang publik, di mana orang sebenarnya bebas tidak melakukan apa-apa, justru menjadi tempat intervensi orang-orang berkesenian. Sasaran nomor 2 di luar gedung kesenian, demi mendapatkan "penonton". Ruang publik tidak lagi bebas.
  43.  
  44. Betapa mudahnya merancang performance art, dalam suatu "aksi", padahal performance art maupun pementasan off-broadway, memiliki sejarah perjalanan panjang.
  45.  
  46. Benarkah ada kebebasan berekspresi, jika spontanitas sudah tergantikan dengan begitu banyak pesan?
  47.  
  48. Benarkah ini keunikan jika tampak "gitu-gitu aja"?
  49. Ini bentuk pertunjukan atau benar-benar ekspresi sesungguhnya dari mereka sehari-hari?
  50. Ataukah eksploitasi momen, berupa hari-hari besar?
  51. Ataukah ini seni yang boleh terbebas dari kritik, hanya karena niat baik perjuangan _melalui_ salah satu bentuk berkesenian?
  52. Apakah ini antitesis dari seni panggung yang kehilangan penonton lalu mengubah apresiasi menjadi dukungan?
  53. Ataukah kebebasan ini hendak menciptakan lapisan pembaca-baru atas realitas (yang dianggap timpang oleh para seniman dan aktivis) untuk diperbincangkan di media sosial?
  54. Ataukah seni hanya menjadi bungkus dari kehendak politik demi berubahnya suatu kebijakan dan tidak bisa dilakukan selain dengan aksi solidaritas?
  55. Ataukah penghancuran, seperti perupa Dubois, sebagai bagian dari penciptaan karya?
  56.  
  57. ---
  58. Day Milovich,,
  59. Webmaster, artworker, penulis, tinggal di Rembang dan Semarang.
RAW Paste Data
We use cookies for various purposes including analytics. By continuing to use Pastebin, you agree to our use of cookies as described in the Cookies Policy. OK, I Understand
Top