SHARE
TWEET

tentang Strategi Berpikir (Part 1/3)

tamanmerah Apr 5th, 2019 (edited) 120 Never
Not a member of Pastebin yet? Sign Up, it unlocks many cool features!
  1. tentang Strategi Berpikir (Part 1/3)
  2. Oleh. Day Milovich
  3. ---
  4.  
  5. Musuh terbesar dalam "berpikir" adalah keraguan. Semakin aktif pikiran, justru semakin dekat pada keraguan. Misalnya, keraguan datang seperti ini: Apakah hasilnya "benar"? Bagaimana kalau ini tidak original? Apakah bisa diterapkan? Untuk apa kita pikirkan ini? Saya sudah pernah memikirkan ini dan gagal. Untuk apa memikirkan jika tidak mungkin menjalankan apa yang kita pikirkan? Keraguan adalah keadaan bawaan (inherent state) dari proses berpikir. Selalu ada keraguan selama berpikir.
  6.  
  7. Keraguan dengan sendirinya akan hilang setelah mengalami momen "Eureka". Keraguan terjadi ketika kamu melakukan segalanya (ketika berpikir) secara serentak. Buatlah tahapan, berperingkat, dan gunakan pendekatan terbaik.
  8.  
  9. *Pemandangan Menyedihkan tentang Aktivitas Berpikir di Sekolah (dan Perguruan Tinggi)*
  10.  
  11. + Sekolah Tradisional lebih banyak mengisi aktivitas berpikir ke arah: analisis, judgement (penilaian), dan argumentasi.
  12. Analisis cenderung kepada sintesis (dari tesis dan antitesis), berarti berpijak pada pengandaian masa lalu yang terbaik. Hubungan triadik Hegelian, menjadi biang pembusukan gagasan. Seolah-olah ke depan, namun sebenarnya hanya memperbaiki masa lalu.
  13. Judgement (penilaian) mengarah kepada good and evil, Kantian, dan positivisme.
  14. Argumentasi, sebenarnya lebih banyak ke tidak-berpikir daripada berpikir.
  15.  
  16. + Berpikir untuk menghindari kesalahan berlogika (logical fallacy).
  17. Spoiler: terhindar sepenuhnya dari kesalahan berlogika itu tidak mungkin; logika hanya salah-satu perangkat dalam berpikir.
  18.  
  19. + Mengandalkan persepsi.
  20. Jika persepsi terbatas, maka logika tanpa-cacat akan membawamu pada jawaban salah.
  21.  
  22. + Pemilihan materi dan produk berpikir terbaik, diberikan dalam pengajaran.
  23. Menggunakan produk pemikiran orang lain, bukanlah aktivitas berpikir. Itu hanya tindak konsumsi gagasan orang lain.
  24.  
  25. + Tes berbentuk trivia.
  26. Hanya ada 1 jawaban benar. Menguji siswa secara brute-force (dicobakan satu per satu), secara sama. Akhirnya, pada pelajaran berenang untuk semua hewan di hutan, monyet kalah.
  27.  
  28. Mindset berpikir di sekolah, mayoritas berasal dari Yunani, dari 3 gankster: Socrates, Plato, dan Aristoteles.
  29. Socrates tidak membuat satupun tulisan. Metodenya adalah dialektika. Orang membaca Socrates, dari tulisan Plato. Sebagaimana orang membayangkan Atlantis, dari tulisan Plato. Semua karya filsafat hanyalah catatan kaki untuk buku Plato berjudul Republik. Plato itu pemikir fasis. Ia mengimajinasikan sebuah negara (state) ideal, yang dipimpin orang pintar (hanya orang pintar yang boleh memimpin). Di atas "rulers" (para penguasa) masih ada "guardians" (para penjaga). Aristoteles, agak berbeda dari Plato, menetapkan pengalaman (empiri) dan logika formal sebagai perangkat berpikir. Ketiga gankster ini meninggalkan warisan berpikir dan masih menjadi acuan di Barat sampai sekarang.
  30.  
  31. *Apa yang harus saya lakukan ketika berpikir?*
  32.  
  33. Gunakan perangkat berpikir dan metode berpikir. Sering berlatih dengan model berpikir, agar selalu menggunakan pikiran secara optimal.
  34.  
  35. *PMI : Plus, Minus, and Interest*
  36.  
  37. Problem :
  38. "Bagaimana pendapatmu jika kampus memberikan uang saku setiap hari 20 ribu untuk siswa?"
  39.  
  40. Mari mencoba menggunakan PMI untuk mengurai suatu masalah.
  41.  
  42. Plus:
  43. + Mahasiswa bisa jajan setiap hari;
  44. + Tidak mikir uang transportasi lagi;
  45. + Bisa ditabung untuk beli buku; dll.
  46. + ...
  47.  
  48. Minus:
  49. - Konsumerisme meningkat;
  50. - Harga-harga bisa naik;
  51. - Kreativitas terlalu bergantung pada uang; dll.
  52. - ...
  53.  
  54. Interest: ?
  55.  
  56. Interest itu..
  57. 1. Yang tidak masuk di daftar plus ataupun minus.
  58. 2. Melampaui kategori baik-buruk _untuk_ mengeksplorasi suatu gagasan lebih lanjut.
  59. 3. Melatih pikiran dalam bereaksi terhadap ketertarikan inherent (bawaan) dalam suatu gagasan, bukan kepada judgement.
  60.  
  61. Interest adalah hal menarik, di luar plus-minus, yang bisa dijadikan diskusi.
  62.  
  63. Bagian ini yang bisa menjadi ide tulisan menarik.
  64.  
  65. Contohnya, kita buat hal-hal yang bisa masuk ke dalam daftar "Interest" dari masalah di atas:
  66.  
  67. 1. Genealogi: Dari mana asalnya pertanyaan ini?
  68. Ini pertanyaan "genealogy", tentang asal-terbentuknya "sesuatu". Genealogi berbicara mengenai proses pembentukan dan konteks yang melatari terjadinya sesuatu. Kalau diuraikan, ini bisa menjadi pertanyaan turunan berikut: Bagaimana bisa ada pertanyaan seperti ini? Konteks ruang dan waktu seperti apa yang membuat pertanyaan ini ada? Bagaimana ceritanya sampai ada permasalahan ini?
  69. 2. Disiplin Verifikasi: Bagaimana bisa setiap mahasiswa dapat uang saku 20 ribu, itu uang dari mana?
  70. Disipling verifikasi harus dilakukan, jangan berpijak dari fakta yang palsu. Menulis berita yang bagus itu mudah, tetapi membedakan ini faktual atau tidak, bukanlah hal mudah. Sekalipun ajakan berpikir ini bukan berpijak dari fakta, tidaklah masalah jika itu bisa memperbaiki masa depan dan membebaskan diri dari masalah.
  71. 3. Kemungkinan: Apa yang terjadi jika.. atau Bagaimana jika..
  72. 4. Pertanyaan Lanjutan. Buat pertanyaan lanjutan untuk menguji seperti apa sebenarnya masalah ini, sebelum melangkah dan membuat pemecahan masalah. Apakah setiap mahasiswa mendapatkan secara sama rata? Adakah pembatasan lain?
  73.  
  74. *) Daftar pertanyaan 5W+1H (dan pengembangannya) ini dapat kamu pertajam, pada tulisan saya berjudul "Membuat Angle dalam Berita".
  75.  
  76. Interest mempertanyakan "beyond good and evil". Genealogi. Bukan "binary opposition", bukan metafisika Barat (logosentrisme).
  77.  
  78. Dan setelah "Interest" menjadi pertimbangan, cobalah bertanya kembali:
  79. "Bagaimana pendapatmu jika kampus memberikan uang saku setiap hari 20 ribu untuk siswa?"
  80.  
  81. Setelah melakukan "probing" (mempertajam) pertanyaan dengan mencari "Interest" di balik masalah ini, tentu ada "revisi" atas pertanyaan yang diajukan. Mungkin pertanyaan menjadi lebih spesifik. Ada data baru yang masuk. dst.
  82.  
  83. Tujuan PMI bukan untuk membuat judgement, melainkan untuk eksplorasi gagasan.
  84.  
  85. -------
  86.  
  87. *APC: Alternatives, Possibilites, Choices*
  88.  
  89. Alternatif (cara lain), kemungkinan, dan pilihan.
  90.  
  91. Alternatif itu "pilihan lain" (dari atau di luar pilihan yang sudah ada). Possibilites itu "kemungkinan", peluang, prediksi. Choices itu pilihan-tetap. Kalau opsi, kamu boleh tarik-ulur, kadang boleh mencari yang di luar pilihan; sedangkan choice itu sudah tetap, tinggal pilih.
  92.  
  93. Kalau diturunkan menjadi pertanyaan, bisa jadi begini:
  94. Apakah bisa kita gunakan pendekatan lain?
  95. Bagaimana kemungkinannya?
  96. Pilihan apa yang bisa saya ambil?
  97.  
  98. Pertanyaan ini (dan pengembangannya) kita tanyakan terus-menerus selama melakukan pengujian. "Ada usulan?" itu terlalu terbuka, tetapi orang akan ikut berbicara jika pertanyaannya diubah menjadi, "Ada ide yang belum kita jelajahi? Bagaimana kalau kemungkinannya kita perluas?" dst.
  99.  
  100. Melakukan APC artinya: Secara sengaja berusaha memproses alternatif yang "melingkar", diuji terus-menerus.
  101.  
  102. Contoh Kasus:
  103. Ada anak muda sedang menuangkan cairan dari kaleng Coca-cola, ke dalam tanki bahan-bakar di motornya, di suatu pom bensin. Menurutmu, apa yang sebenarnya terjadi?
  104.  
  105. Pikiran biasanya menginginkan instruksi konkret:
  106. + Sebenarnya itu apa?
  107. + Apa yang harus kita lakukan?
  108. + Kita mau mengambil langkah apa?
  109.  
  110. Problem :
  111. Gambar apa ini?
  112.  
  113. ,____________________
  114. !                                    /
  115. !                     _______/
  116. !                   /__________,
  117. !____,     ,____,  ,_______/
  118.      !   O !    !  !
  119.      !  O  !    !  !
  120.      !  O  !    !  !
  121.      ~~, ,~'    '~~"
  122.        ! !
  123.        ! !
  124.         O
  125.  
  126. Alternatif selalu terbuka. Alternatif biasanya mengambil yang termudah, sampai ada saran lain.
  127. Alternatif mengarah kepada pola yang sudah dikenal dalam pikiran, namun usahakan melampaui itu.
  128. Pengalaman hidup dan permasalahannya, lebih banyak menyampaikan pola yang belum dikenal.
  129. Seperti gambar di atas. Banyak orang berbalik-tanya, "Gambar apa sebenarnya?".
  130.  
  131. Contoh:
  132. Ada gelas kaca, di dalamnya terisi air separuh. Kamu harus kosongkan gelas. Tidak boleh mengangkat gelas, tidak boleh merusak, dan tidak boleh pakai sedotan.
  133.  
  134. Ada #berapa cara yang bisa kamu lakukan?
  135.  
  136. Alternatif mengenal peringkat kesulitan.  
  137.  
  138. Contoh:
  139. + Permainan catur: dalam suatu kombinasi catur (posisi di tengah permainan), kamu bisa skak-mat dalam 3 langkah, ataukah lebih dari 3 langkah.
  140. + Who Wants to be a Millionairre: phone a friend, ask the audience, atau fifty-fifty?
  141.  
  142. *"Efek Desa Venus"*
  143. Istilah ini berasal dari cerita fiktif tentang desa Venus, di mana ada seorang perempuan tercantik di dunia, menurut versi penduduk di situ.
  144.  
  145. Banyak dongeng menyebutkan, "Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang gadis tercantik di dunia.."
  146. Dari mana para penduduk bisa menilai "tercantik" tanpa mendata semua perempuan di dunia? "Efek Desa Venus" sering terjadi dalam aktivitas berpikir, akhirnya, menganggap "tidak ada alternatif".
  147.  
  148. "Efek Desa Venus" misalnya:
  149. + "Harus pakai alat ini.."
  150. + "Hanya partai X yang bisa melakukan.."
  151. + "Satu-satunya orang yang terpilih untuk..".
  152. + "Hanya di Jawa yang paling.. dalam hal.."
  153.  
  154. "Efek Desa Venus" terjadi ketika kekurangan data lalu memaksakan pemakaian informasi yang terbatas. Sepintas spesifik, namun sebenarnya generalisasi, menganulir peluang gagasan lain.
  155. "Efek Desa Venus" sering terjadi pada iklan, ceramah di podium, opening buku wisata, kampanye, dan filsafat klasik.
  156.  
  157. "Efek Desa Venus" sering digunakan dalam trivia, namun para pembuat trivia dan penghafal jawabannya, sering "salah" ketika menyingkirkan konteks.
  158.  
  159. Saya ambil beberapa contoh berikut:
  160. 1. Di manakah ibukota Indonesia?
  161. 2. Siapa saja nama Presiden Indonesia sejak Kemerdekaan RI?
  162. 3. Apa nama gunung tertinggi di dunia?
  163. 4. Siapakah penemu bola lampu?
  164. 5. Siapakah penemu sistem pembayaran jarak-jauh?
  165.  
  166. Kalau tanpa konteks waktu, mayoritas orang Indonesia menjawab, ibukota Indonesia adalah Jakarta. Kalau pertanyaannya memakai konteks waktu, menjadi: Di manakah ibukota Indonesia pada tahun 1947? Jawabannya adalah Yogyakarta.
  167.  
  168. Sejak SD, anak kecil diberitahu bahwa Presiden RI setelah Soekarno adalah Soeharto. Padahal ada 2 presiden lain, bernama: Syafruddin Prawiranegara dan Assaat. Ini dijelaskan di Wikipedia. Saya membuat artikel yang menyangkal cara-berpikir trivia dan ikut aktif menyunting Wikipedia pada entri yang menarik.
  169.  
  170. Gunung tertinggi di dunia, menurut pendapat orang, bisa berbeda-beda. Ada yang mengukur dengan satuan MDPL (meter di atas permukaan laut), ada juga yang mengukur dari dasar gunungnya.
  171.  
  172. Penemu bola lampu juga menjadi masalah: bola lampu yang mana? Menurut catatan hak paten, 1850 sudah ada penemuan bola lampu. Edison menemukan bola lampu pijar baru pada tahun 1879.
  173.  
  174. Trivia akan bermasalah jika kita menggunakan konteks waktu, mempertanyakan "yang mana", dan meminta kejelasan pertanyaan itu. Sayangnya, "menghafal jawaban" dan memilih "kebenaran tunggal" masih dianggap sebagai ukuran dasar kecerdasan sejak dini.
  175.  
  176. Yang bermasalah bukan soal adanya kebenaran-tunggal, tetapi, cara kita percaya itulah yang bermasalah.
  177.  
  178. Saya memilih kopi Arabica, tidaklah masalah. Yang menjadi masalah kalau saya tidak melihat alternatif di luar kopi Arabica. Apalagi tidak pernah mau mempertanyakan kopi Arabica.
  179.  
  180. Second Law:
  181. "Proof may be no more than lack of imagination."
  182. Bukti mungkin hanyalah imajinasi yang tidak memadai.
  183.  
  184. Contoh pencarian bukti:
  185. + Lamarck dan Darwin sama-sama punya teori tentang evolusi, tetapi orang fokus pada Teori Darwin karena mempermasalahkan "mekanisme" evolusi, lalu melupakan teori evolusi Lamarck. Orang menolak teori evolusi karena dianggap tidak bisa dibuktikan. : )
  186. + Orang mudah lemas di malam hari di Gunung X, kebanyakan mengaitkan dengan mistisisme. Fakta ilmiah: Pada malam hari, dedaunan mengambil oksigen.
  187.  
  188. Tautology Darwin: untuk survive, harus ada yang-survive (survivor).
  189.  
  190. Orang berada dalam hipotesis sampai ada bukti yang menolaknya, dengan cara eksperimen.
  191.  
  192. Kesalahan terjadi: hipotesis yang-sekarang itu mendeterminasi persepsi orang dan seperangkat bukti yang kita cari. Baru dugaan sudah dianggap benar, itu berbahaya. Misalnya: suatu media berita online mengutip maraknya hujatan,
  193.  
  194. APC bisa digunakan untuk menjelaskan perilaku (behaviour): hasil poling, perilaku konsumen, dan hal-hal "ganjil".
  195.        
  196. Contoh perilaku ganjil yang bisa dijelaskan dengan APC:
  197.  
  198. + Mengapa ayam menyeberang jalan? : )
  199. Cara biasa, hanya mau menguraikan 101 #alasan mengapa ayam menyeberang jalan, dari mulai Plato sampai Descartes, dan menyerahkan semuanya kepada pilihan pembaca. Akhirnya, tidak ada pemfilteran. Tidak ada aktivitas berpikir. Angle adalah pemfilteran data. Orang membaca untuk memperoleh sajian, bukan untuk mengolah-ulang apa yang kamu potong-potong.
  200.  
  201. + Coba jelaskan, mengapa kalau ada orang sedang mengalami kesusahan, orang lain yang merasa tidak tahu, kebanyakan tidak mau menolong?
  202.  
  203. Hipotesis sering disampaikan sembarangan. Satu perilaku, dibikin hipotesis. Ada kejadian, orang bikin hipotesis.
  204.  
  205. Persepsi:
  206. Rapat panjang tentang peraturan, endingnya tetap menerima peraturan lama dengan sekian pembenaran. Mereka lupa melakukan sosialisasi dan pengujian sebetapa efektifnya peraturan ini, dan lupa bertanya (melalui forum terbuka) apa maunya warga.
  207.  
  208. Alternatif juga bisa diproduksi dengan mengubah sudut pandang. Cobalah ambil satu contoh kasus dan berikan pertanyaan, "Apa yang terjadi jika bukan kita yang melihatnya?"
  209.  
  210. Alternatif yang kuat, berpijak pada data yang kuat. Misalnya, berbicara tentang sejarah, banyak orang menebak kejayaan suatu bangsa, namun melihatnya berdasarkan produk (peninggalan peradaban), melupakan genealogi (proses pembentukan) produk itu. Matematika macam apa yang dipakai untuk membangun Borobudur? Bagaimana bangsa Yunani tidak mengenal angka seperti orang Arab, tetapi bisa menghasilkan rumus Phytagoras? Bagaimana orang Roma yang memiliki sistem penulisan angka yang rumit dan tidak mengenal aritmatika bisa bereprang dan menjajah bangsa lain?
  211. Alternatif, sering menjadi arena "tebak-tebak berhadiah" namun tidak menggunakan data, jadilah pseudosains.
  212.  
  213. Kita perlu mengenal "perspektif" dan "paradigma" (cara pandang) dalam memecahkan masalah. Kalau belum apa-apa sudah "harus begini", maka hasilnya sudah bisa ditebak.
  214. Apakah Musa dalam al-Qur'an itu sebuah kisah sejarah (history, terjadi sungguhan) ataukah pesan kesejarahan (historisitas)? Bagi yang menganggap itu sejarah, apapun pembuktian yang kamu lakukan akan dimentahkan. Sama halnya, jika apa kata juru-kunci maqam orang terkenal bercerita tentang keajaiban dipercaya sepenuhnya selalu benar, ya tidak ada aktivitas berpikir lagi. Sebagus apapun data itu, atau seburuk apapun, hanya memaksa orang percaha atau tidak percaya. Tidak berpikir.
  215.  
  216. Problem
  217. Apakah "problem" itu?
  218. Mendefinisikan masalah yang tepat.
  219.  
  220. Cara mendefinisikan masalah dengan tepat: menemukan solusinya dulu, baru kemudian kembali merevisi masalah. : )
  221.  
  222. APC berguna untuk efisiensi, penemuan rutinitas, dan meng-generate alternatif, menghadapi masalah yang sulit diselesaikan.
  223.  
  224. Problem:
  225. + Mengapa kalau rapat selalu tidak memenuhi kuota 3/4?
  226. + Mengapa selalu terlambat mengumpulkan tulisan, sampai melewati deadline?
  227. Mengapa kiriman tulisan selalu butuh editing total?)
  228.  
  229. Dalam bahasa Inggris, "question" itu kata-benda (noun), sekaligus kata-kerja (verb). "Question reality" berarti "pertanyakan kenyataan".
  230. Dalam penelitian, jika kamu tepat mendefinisikan masalah, berarti jalan menuju solusi sudah ditemukan. Masalah harus spesifik.
  231.  
  232. Review: Melihat kembali masalah dan cara mengatasi masalah.
  233. Design: Menemukan suatu model, template, rancangan, yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah. Berpikir tidak pernah terlepas dari desain.
  234. Decision: Membuat keputusan.
  235. Forecasting: Memprediksi kejadian nanti atau besok.
  236.  
  237. Untuk menguji dengan APC bisa menjadi 11 pertanyaan berikut ini:
  238. + Benarkah begini, datanya?
  239. + Alternatif apa yang pernah gagal?
  240. + Eksperimen apa yang membuktikan bahwa hipotesis ini #salah?
  241. + Masalah ini menghasilkan #alternatif apa?
  242. + Bagaimana #kemungkinan yang terjadi di balik masalah (atau perilaku) ini?
  243. + Apakah masalah ini sudah tepat kita definisikan?
  244. + Bisakah kamu paparkan #beberapa jalan menuju solusi, sebelum kita mendefiniskan kembali masalah ini?
  245. + Apakah ada pilihan #lain?
  246. + Bisakah kita lebih #efisien dari ini?
  247. + Bagaimana pandangan "orang-lain" #jika melihat (atau menjadi) kita sekarang?
  248. + Bagaimana jika kita #mereview masalah ini?
  249. + #Rancangan apa yang bisa kita terapkan setelah berhadapan dengan alternatif, kemungkinan, dan pilihan ini?
  250. + Apa yang #akan terjadi nanti?
  251.  
  252. Cara ini bisa dipakai untuk memecahkan teka-teki 3 langkah mati, apresiasi lukisan, menyelesaikan level dalam game, mengelola acara kesenian, dll.  
  253.  
  254. Bersambung ke Part 2
  255. -------
RAW Paste Data
We use cookies for various purposes including analytics. By continuing to use Pastebin, you agree to our use of cookies as described in the Cookies Policy. OK, I Understand
Top